Rabu, 05 November 2014

Perih



Sebuah novel kuambil dari dalam tas, untuk menemaniku membunuh waktu saat gerbong ini melintas ratusan kilometer rel menuju kotamu. Baru juga habis 3 halamannya, apa yang kubaca sudah tak ada lagi yang masuk ke kepala. Rasanya lebih asyik melihat pemandangan di luar sana sambil membayangkan pertemuan kita nanti. Rindu sekian purnama yang telah lama kudekap, akhirnya akan bermuara padamu kekasih hatiku. Sebuah bingkisan telah kusiapkan untukmu, menandai pertemuan kita kali ini. Dan agar kau selalu ingatku, saat aku harus kembali pulang ke kotaku lagi nanti.
Satu jam lagi aku akan tiba di stasiun kotamu. Berjam-jam perjalanan yang kulalui terasa begitu singkat. Apakah ini karena aku terlalu senang akan bertemu denganmu ataukah aku yang terlalu bahagia menuju pelukmu, entahlaah..

Dan kini aku seorang diri di sebuah meja, ditemani secangkir latte sambil pegang hape, membaca pesanmu yang baru saja masuk, ”kabarin aku kalo udah sampai ya, sayang? Miss you, much!” Aku tak mampu membalasnya, ketika tiba-tiba aku terpaku melihat sosok yang kukenal betul lekuk tubuhnya, garis bibirnya, wangi rambutnya, sedang bercanda dengan seorang anak kecil berumur 5tahunan. Di sebelahnya ada wanita anggun yang sedang menyuapi sambil tertawa-tawa. Kekasih hatiku bersama keluarganya!

 
#SehariMenuliSatu #Day16 @swaragamafm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar