Sebuah
novel kuambil dari dalam tas, untuk menemaniku membunuh waktu saat gerbong ini
melintas ratusan kilometer rel menuju kotamu. Baru juga habis 3 halamannya, apa
yang kubaca sudah tak ada lagi yang masuk ke kepala. Rasanya lebih asyik
melihat pemandangan di luar sana sambil membayangkan pertemuan kita nanti. Rindu
sekian purnama yang telah lama kudekap, akhirnya akan bermuara padamu kekasih
hatiku. Sebuah bingkisan telah kusiapkan untukmu, menandai pertemuan kita kali
ini. Dan agar kau selalu ingatku, saat aku harus kembali pulang ke kotaku lagi
nanti.
Satu jam lagi aku akan tiba di stasiun kotamu. Berjam-jam perjalanan yang kulalui terasa begitu singkat. Apakah ini karena aku terlalu senang akan bertemu denganmu ataukah aku yang terlalu bahagia menuju pelukmu, entahlaah..
Satu jam lagi aku akan tiba di stasiun kotamu. Berjam-jam perjalanan yang kulalui terasa begitu singkat. Apakah ini karena aku terlalu senang akan bertemu denganmu ataukah aku yang terlalu bahagia menuju pelukmu, entahlaah..
Dan
kini aku seorang diri di sebuah meja, ditemani secangkir latte sambil pegang hape, membaca pesanmu yang baru saja masuk, ”kabarin
aku kalo udah sampai ya, sayang? Miss you, much!” Aku tak mampu membalasnya, ketika
tiba-tiba aku terpaku melihat sosok yang kukenal betul lekuk tubuhnya, garis
bibirnya, wangi rambutnya, sedang bercanda dengan seorang anak kecil berumur
5tahunan. Di sebelahnya ada wanita anggun yang sedang menyuapi sambil
tertawa-tawa. Kekasih hatiku bersama keluarganya!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar