Berada tak jauh jarak setengah meter darimu
Cukup membuatku merasakan kembali kenyamanan yang telah hilang selama beberapa waktu..
Ya, kenyamanan yang telah mengisi hari-hariku..
Menghiasi siang dan senjaku..
Menguntai spasi-spasi kosong dalam biografiku.
Dengan aroma yang hingga kinipun tak berubah.
Cukup membuatku merasakan kembali kenyamanan yang telah hilang selama beberapa waktu..
Ya, kenyamanan yang telah mengisi hari-hariku..
Menghiasi siang dan senjaku..
Menguntai spasi-spasi kosong dalam biografiku.
Dengan aroma yang hingga kinipun tak berubah.
Hampir tidak ada yang berubah.
Caramu menyapaku..
Senyum simpulmu yang kau sisipkan di tengah-tengah percakapan kita..
Candamu yang tak biasa untuk lainnya tapi akrab denganku..
Ataupun perhatianmu yang selalu tertuju padaku.
Caramu menyapaku..
Senyum simpulmu yang kau sisipkan di tengah-tengah percakapan kita..
Candamu yang tak biasa untuk lainnya tapi akrab denganku..
Ataupun perhatianmu yang selalu tertuju padaku.
Ya, aku masih ingat semuanya.
Dan kini aku kembali menikmati semua itu.
Dan kini aku kembali menikmati semua itu.
Aku tersenyum.
Tak bisa ku menahan bahagianya hati saat kembali berdekatan
denganmu.
Tak bisa aku menghapus rasa yang tetiba membuncah dalam dadaku..
Dan tak bisa aku untuk tidak memikirkanmu, memikirkan kita yang dulu dan kembali menikmati ’kita’ yang sekarang ini.
Tak bisa aku menghapus rasa yang tetiba membuncah dalam dadaku..
Dan tak bisa aku untuk tidak memikirkanmu, memikirkan kita yang dulu dan kembali menikmati ’kita’ yang sekarang ini.
Aku tak bisa dan tak mau menghapus senyumku begitu saja.
Aku menutup mata.
Aku ingin merekam semua yang aku alami saat ini, dan aku ingin yang terjadi ini bisa tersimpan dengan baik dalam sanubari..
Tersusun rapi dalam memori.
Hingga satu hari aku akan bisa memutar kembali setiap detail dan setiap detik kenangan ini.
Aku bisa merasakan tulusnya semua yang kaulakukan untukku saat ini.
Perhatian yang kau berikan nyata berbeda dengan perhatian dalam pertemuan kita sebelumnya.
Percakapan kita mengasyikkan..dan perlahan tenggelam dalam kelamnya sinar bulan yang menerangi perjalanan malam ini.
Aku ingin merekam semua yang aku alami saat ini, dan aku ingin yang terjadi ini bisa tersimpan dengan baik dalam sanubari..
Tersusun rapi dalam memori.
Hingga satu hari aku akan bisa memutar kembali setiap detail dan setiap detik kenangan ini.
Aku bisa merasakan tulusnya semua yang kaulakukan untukku saat ini.
Perhatian yang kau berikan nyata berbeda dengan perhatian dalam pertemuan kita sebelumnya.
Percakapan kita mengasyikkan..dan perlahan tenggelam dalam kelamnya sinar bulan yang menerangi perjalanan malam ini.
Aku merasakan usapan tanganmu yang membelai keningku..
Seakan memastikan aku bisa terlelap dengan damai di sisimu.
Seakan memastikan aku bisa terlelap dengan damai di sisimu.
Heii, benarkah kau juga merindukan saat-saat seperti ini?
Saat kita bersama kembali?
Saat kita bersama kembali?