..dalam kesejukan rinai hujan di hijaunya pegunungan, renungan, kenangan, impian, khayalan. dan perasaan hadir menggelitik dalam goresan bait-bait aksara dalam jeda dan spasi...
Rabu, 15 Januari 2014
Ribuan rintik yang jatuh dari langit...^^
Buat saya nih, selain bertemu dengan orangtua dan sodara2 dekat serta kumpul2 dengan orang2 yang dicintai, satu hal yang bisa membuat saya bahagia tiada tara, jogedan terorejing sambil senyum2, yaitu tetootttt.. MELIHAT HUJAN!!
Duh saking senengnya aja sampe nulisnya di-bold. Xixixixi…
Banyak teman dan sodara yang sebenarnya merasa aneh saat tau bahwa salah satu hobby saya yang dibangga2kan adalah melihat hujan. Mungkin buat mereka hujan itu hanya sekedar ribuan rintik dan tetes yang tercurah dari langit, yang bikin udara makin dingin, udara dingin bikin laper, trus ngemil, trus tidur, bangun tidur kedinginan, cari makanan hangat, trus tanpa sadar badan melar dengan sendirinya… Tapi buat saya hujan itu adalah anugrah.
Ya, anugrah.
Saya merasa seolah-olah Allah SWT memberikan nikmat kepada umatNya melalui hujan ini. Sebagian orang mungkin merasa benar jika rintik indah ini merupakan anugrah. Bisa jadi sebagian orang tesebut sebelumnya merasakan panas terik yang menyiksa tubuh, mengganggu pikiran, dan mempermainkan perasaaan. Dan ketika hujan turun langsung nyesss, segar di badan, segar di otak, dan adem di hati.
Ketika hujan mulai turun membasahi bumi, saat-saat itulah yang menurut saya saat paling indah tentang hujan. Tetes-tetesnya turun, menghapus debu di halaman dan di jalanan. Rintiknya melesat menghalau panas, mengganti suasana menjadi dingin. Masing-masing tetes menyatu, membentuk aliran yang semula kecil menjadi besar dan menggenang.
Ketika hujan turun … Aroma tanah basahnya sungguh menggoda rasa. Buat saya, aroma ini mengingatkan saya pada masa-masa kecil, menikmati turunnya hujan dgn melihatnya dari jendela ditemani oleh kakek saya. Baru tersadar bahwa kebiasaan melihat hujan ini sudah ada ketika saya masi kecil. Sekitar umur 6-7tahun. Saat itulah (pas lihat hujan dari jendela bareng kakek saya) saya merasakan ada suatu sensasi yang membuat hujan itu menjadi bagian dari dalam diri saya. Sampe sekarangpun saya masi gak tau sensasi macam apa itu. Sulit untuk diungkapkan. Hanya bisa dirasakan, hehehee…
Ketika hujan turun… Mau ngapain aja malah jadi semangat. Mau belajar semangat (jamannya sekolah duluu), kerja juga semangat, masakpun jadi semangat. Pokoknya otak dan badan tuh terasa tergerak banget saat hujan deras tiba. Suara hujan menjadi irama tersendiri yang menemani apapun aktifitas saya. Pernah malah saya jejingkrakan sendiri di rumah pas hujan. Maksudnya si sekalian olahraga gitu, hehehe..
Ketika hujan turun.. Dinginnya udara terasa menyejukkan hati. Melegakan perasaan kalo nurut saya. Saat yang lainnya mengeluh hujan yang turun terus menerus selama beberapa hari membuat cucian mereka gak kunjung mengering, saya justru menikmati hujan beserta dinginnya. Karena buat saya lebih baik kedinginan daripada kepanasan. Kalo kepanasan suka bikin emosi, jadi ya lebih baik kedinginan kan. Tinggal selimutan aja, beresss…
Ketika hujan turun.. Orang-orang mengeluhkan jalanan yang becek. ΤãPî buat saya itu ga masalah. Jalanan bikin celana ato baju mudah kotor, buat saya juga bukan masalah. Bukannya tidak menjaga kebersihan, tapi kalo emang kotornya kena becek juga sepertinya lebih banyak yang maklum. Toh kan lagi ujan. Ĵά∂Í ya cuek áj̝à..
Saat sekolah dan kuliah dulu, seriiing baήġέt pas mendung gelap gitu saya malah sengaja keluar rumah, agar bisà hujan2an. Agar bisà basah karena rintik2 ýάnğ indah itu..
Rasanya kok bahagiaaa baήġέt pas badan kena air huĴÁή itu. Ãϑâ rasa damai ýάnğ menyelinap dålãм hati.
Ketika huĴÁή turun..
Sebagian besar orang akan merasa lbh melow.
Entah apa sebabnya.. Kalo buat saya sendiri saat ribuan tetes air itu membasahi bumi, saya ĵά∂Í kåήğεN.
Ãϑâ rasa rindu ýάnğ tiba2 muncul ∂ï hati. Rindu sm orangtua, sodara, kakek/nenek, atopun rindu anak2 (kalopun lãgî ∂ï luar kota tnp mereka). Dan perasaan ini ρцlã ýάnğ membuat saya merasa bhw tanpa mereka semua saya merasa sendirian ϑãή merasa kehilangan. Dan saya merasakan bahwa mereka sangat berarti untuk hidup saya.
Out of all..
HuĴÁή itu ngangeni..
Bau tanah basah itu sangat nyaman ∂ï hati..
Namun ùðåh beberapa bulan ini gada huĴÁή ∂ï Jogja..
KãþãN Jogja huĴÁή yaa....??
^^
** pernah diposting di https://www.facebook.com/#!/notes/oktarini-zaendhi/ribuan-rintik-%C3%BD%CE%ACn%C4%9F-jatuh-dr-langit/519733964706764
Jumat, 10 Januari 2014
hujanhijau.. rinaianhujan..
Hai..hai..hai...
Kali ini ini aku akan sedikit bercerita kenapa aku memilih kata "hujanhijau" sebagai judul blog yang aku buat ini.
Hujan.
Ya. Aku sangat senang dengan hujan. Aku sangat menikmati saat hujan turun membasahi bumi. Hujan yang menghantarkan suasana dingin, yang mampu mendinginkan hati dan pikiran.
Ketika hujan turun, hati langsung terasa nyess..adem. Lega.
Semua persoalan yang dihadapi rasanya langsung lenyap begitu saja, saat aku mulai menatap tetes-tetes air yang turun dari langit.
Aku menyukai hujan ini saat aku masih kecil, sekitar umur 6-7 tahun kala itu.
Dan ini berlangsung hingga sekarang. Tidak pernah padam hasratku atas hujan.
Tidak pernah bosan aku dengan yang namanya hujan.
Hijau.
Hijau itu sungguh meneduhkan. Membuat jiwa terasa nyaman. Terlindung.
Seperti layaknya sebuah pohon dengan daun hijaunya yang sangat lebat, yang sanggup melindungi mereka yang berteduh di bawahnya. Terasa segar dan menggugah semangat jiwa.
Hijau itu sungguh mendamaikan. Melihat hijaunya sawah yang membentang luas, melihat hutan yang menghijau di kejauhan, sungguh membuat aku merasa kecil di hadapanNya. Dan ini mampu membuatku untuk selalu bersyukur padaNya.
Kesukaan akan hujan dan hijau inilah yang mendorongku ingin menyematkan kata tersebut dalam blog yang sudah sejak lama ingin kubuat.
Dan semoga blog ini mudah untuk diingat.
Semoga ketika hujan turun, rinainya akan selalu membuat pembaca untuk kembali berkunjung, sekedar mampir mengisi waktu kosong.
^^..
Kamis, 09 Januari 2014
First Note On My First & New Blog..
Yeaayy...
Alhamdulillah..
Akhirnya terwujud juga satu keinginan untuk membuat blog sendiri.
Satu resolusi yang terpapar untuk tahun 2013, akhirnya terwujud nyata di hari ini, 9 Januari 2013.
Yaakk, terlambat 9 hari!
Namun begitu tetap ada satu keinginan untuk bisa menyalurkan hobi menulis yang sebenarnya sudah lama sekali menjadi kebiasaan. Hobi menulis ini sudah ada sejak aku SD duluu, 24 tahun yang lalu.
Rajin banget kalo udah mulai mengisi diary. Isinya bisa tentang apa aja. Kebanyakan sih tentang kehidupan sehari-hari. Teman, sekolah, teman bermain, ataupun rumah.
Mungkin karena pada saat itu kehidupanku masih berkutat dengan hal-hal demikian.
Menginjak usia remaja, makin variatif tuh isi diary-nya. Tidak lain tidak bukan ya tentang masalah persahabatan dan percintaan. Cinta monyet kala itu.
Tapi detail cerita tidak akan aku ungkapkan saat ini.
Nanti tunggu saat yang tepat ya..
Sekarang ini baru mencoba memulai halaman awal dari sebuah blog Hujanhijau.
Sebuah blog yang dibuat untuk menjadi sarana ungkapan hati, ungkapan rasa, dan ungkapan pikiran yang dituangkan dalam kata-kata. Mungkin dengan bahasa sederhana dengan harapan akan mudah untuk dimengerti.
Sebelumnya apa yang aku rasa, apa yang aku alami dan kupikirkan tertuang dalam socmed.
Hanya saja aku berpikir untuk bisa melihat lagi dan membaca kembali apa yang pernah tertuang tersebut agak repot jika diposting dalam socmed.
Jika melalui blog, akan mudah untukku mencari dan membacanya kembali.
Jadi jangan heran jika ada beberapa posting yang sebelumnya pernah kuposting di socmed lain.
Oke deh, sekian dulu awal ceritaku.
Terimakasih sudah berkunjung dan membaca blog ini, semoga Hujanhijau bisa menghibur teman-teman semua.
^^
Alhamdulillah..
Akhirnya terwujud juga satu keinginan untuk membuat blog sendiri.
Satu resolusi yang terpapar untuk tahun 2013, akhirnya terwujud nyata di hari ini, 9 Januari 2013.
Yaakk, terlambat 9 hari!
Namun begitu tetap ada satu keinginan untuk bisa menyalurkan hobi menulis yang sebenarnya sudah lama sekali menjadi kebiasaan. Hobi menulis ini sudah ada sejak aku SD duluu, 24 tahun yang lalu.
Rajin banget kalo udah mulai mengisi diary. Isinya bisa tentang apa aja. Kebanyakan sih tentang kehidupan sehari-hari. Teman, sekolah, teman bermain, ataupun rumah.
Mungkin karena pada saat itu kehidupanku masih berkutat dengan hal-hal demikian.
Menginjak usia remaja, makin variatif tuh isi diary-nya. Tidak lain tidak bukan ya tentang masalah persahabatan dan percintaan. Cinta monyet kala itu.
Tapi detail cerita tidak akan aku ungkapkan saat ini.
Nanti tunggu saat yang tepat ya..
Sekarang ini baru mencoba memulai halaman awal dari sebuah blog Hujanhijau.
Sebuah blog yang dibuat untuk menjadi sarana ungkapan hati, ungkapan rasa, dan ungkapan pikiran yang dituangkan dalam kata-kata. Mungkin dengan bahasa sederhana dengan harapan akan mudah untuk dimengerti.
Sebelumnya apa yang aku rasa, apa yang aku alami dan kupikirkan tertuang dalam socmed.
Hanya saja aku berpikir untuk bisa melihat lagi dan membaca kembali apa yang pernah tertuang tersebut agak repot jika diposting dalam socmed.
Jika melalui blog, akan mudah untukku mencari dan membacanya kembali.
Jadi jangan heran jika ada beberapa posting yang sebelumnya pernah kuposting di socmed lain.
Oke deh, sekian dulu awal ceritaku.
Terimakasih sudah berkunjung dan membaca blog ini, semoga Hujanhijau bisa menghibur teman-teman semua.
^^
Langganan:
Postingan (Atom)