Rabu, 28 Mei 2014

Aku, Kamu, Hujan, dan Rinduku...



Ãkü.
Selalu teringat akanmu.
Dålãм hujan.
Dalam hujan ýάnğ selalu menemani tidurku.
Meledakkan rindu.
Rindu ýάnğ kata orang indah..
Namun ini menyiksa bagiku..

Kãмü.
Ýάnğ ϑαtαπğ ϑãή berlalu.
Mengulur rindu dålãм rintik merdu.
Mendendangkan sebuah lagu.
Lagu ýάnğ kini bersemayam dålãм hati ýάnğ pilu.
Saat mengingatmu.

Dan huĴÁή.
Hujan..
Ãkü suka huĴÁή.
Dålãм deras tetesmu ãkü menemukan arti cinta..
Dålãм tiap rintikmu ãkü belajar arti kehidupan..
Angin tampiasmu ýάnğ bertiup sendu melayangkan suatu kerinduan..

Ya.
Sebuah kerinduan.
Rindu akan hadirmu.
Rinduku.
Ýάnğ tak berujung oleh ώäkτü.


•penyukahujan♥♥•


** pernah diposting di https://www.facebook.com/oktarini.zaendhi?sk=notes#!/notes/oktarini-zaendhi/aku-kamu-hujan-dan-rinduku/595173310496162

Ketika Daun-daun Luruh Satu-satu


Setelah merasakan perjalanan mencintai, ãkü seolah dibawa pada situasi yang baru, suatu situasi-suatu tempat ýάnğ mengatasi emosi, keinginan, perasaan2.
Ãkü seolah disadarkan ketika ãkü tinggal di tengah2 emosi, keinginan, kehangatan, kemesraan dan perasaan2 itu..
Ãƙü akan terus mengalami kesepian, kecemburuan, kemarahan, prasangka, kesedihan, kesendirian.
Мüήġƙîn karena hal2 itulah ýάnğ merupakan ungkapan terhadap perasaan ditinggalkan.

Ãkü sekarang seolah diajak üήτuK menuju tempat ýάnğ bãrù, tempat ϑìmãήά ãkü merasakan rasa aman, yaitu HATI.
Sudah saatnya ãkü menyimpan €íñτå̀́ itu di kedalaman hati, đãή tidak dålãм perasaan dan emosi saja.
ÞέRήAн dulu ãkü mengira bahwa perasaan €íñτå̀́ itu harus diungkapkan melalui banyak đãή seringnya sapaan kata, kalimat melalui sms maupun telpon, atau diungkapkan saat perjumpaan melalui pelukan đãή genggaman tangan..
Ketika itu tîϑαƙ hadir lagi ãkü merasa sepi đãή ditinggalkan.

Sekarang tempat baru itu (hati) mengundangku utk belajar mencintai ýάnğ hadir dålãм tindakan memahami, mengerti, mendengarkan, membiarkan, membebaskan, meneguhkan, menguatkan, đãή memberi harapan..
Dan akhirnya mengajakku üήτuK hening dan diam...
Dari dan ke dålãм HATI berbisik, mencintai itu tetap menjadi suatu misteri.



** pernah di posting di https://www.facebook.com/oktarini.zaendhi?sk=notes#!/notes/oktarini-zaendhi/ketika-daun-daun-luruh-satu-satu/299751966704966

..with all of my love!



Hari ini sebelum senja menutup diri,
Aku menyadari betapa hidup sangat berarti,
Ketika ku tatap dirimu tersenyum di pagi hari,
Sejenak kutemukan cinta..kudapatkan kasih sayang,
yang mampu menghapus semua gundah semua gulana dan air mata,
Aku merasa indah cinta itu bahagia.

Dan saat tangan itu kugenggam..
Saat merekah senyuman hangatmu di hadapanku,
Saat semua cinta ada dan terasa,
Untuk dirimu yang beri aku dunia penuh warna...

Ketika ketulusan cinta itu hadir tanpa pamrih, atas senyuman dan tawa yang kau berikan.
Aku bersyukur Tuhan telah mempertemukan kita..
Setelah semua rasa yang terpendam,
dan rindu atas dirimu yang buat duniaku indah,
Engkau menyapaku dengan senyum manismu, dengan lesung pipitmu..dengan manja sikapmu dan rengek tangismu..
Inilah yang membuat sisa hari ini menjadi saat-saat yang selalu aku rindu..selalu aku tunggu..

Cinta kalian berdua kobarkan arti hidup penuh makna.


I love you kids..^^




** pernah diposting di https://www.facebook.com/oktarini.zaendhi?sk=notes#!/notes/oktarini-zaendhi/with-all-of-my-love/128356720511159

Rabu, 21 Mei 2014

Begitulah..

            
..
Akan tiba saatnya di mana Sabar menjadi Muak..
Akan tiba saatnya di mana Peduli menjadi Masa Bodoh..
Akan tiba saatnya di mana Sayang menjadi Lara..

Ketika Sabar, Peduli, dan rasa Sayang tidak dihargai...

^^

** sepenggal bait yang ditulis saat seharian ini terlewati penuh
dengan perjuangan dan cukup menguras energi.
Mungkin begitulah hidup, yang harus dijalani dengan penuh keikhlasan..
penuh kesabaran.. dan usaha yang tak kunjung lelah untuk bisa
mengerti bahwa kesepahaman itu tetap dapat diraih walaupun
harus lewat jalan berliku.

Kamis, 08 Mei 2014

Musimpun Berlalu...


Detik terus berdetak..
Memecah kesunyian hati..
Sang mentari pun tak berhenti mengitari..
Menyinari bumi yang kian menggersang
Kering. Panas.
Merindukan dinginnya rinai yang akan menyejukkan hati.

 
Waktu yang bergulirpun tak mampu menghapus kenangan lamaku.
Bongkah kenangan yang telah lama ingin ku lepas melayang.
Bersama dalam satu riang..
Namun tidak untuk cumbu senang.
Aku terpaku.
Aku tergugu.
Menunggu.
Menunggu kenanganku berangsur menghilang..
Dan samar.

Membayang tiap langkahku.
Menggenggam erat pikiranku.
Menggantung dalam benakku.
Dan berhembus di hela nafasku.
Aku berlari.. Memburu.
Menjauh.

Meninggalkan asa yang pernah manis kukecap.
 
Karena aku hanya ingin berteduh.
Mencari ketentraman hati,
Menemukan ketenangan dalam diri,
Menghangatkan dinginnya pilu ini,
Dan melepaskan panasnya kemarau jiwa ini.
Maafkan aku.
Yang tak bisa lagi bersamamu.

Selayaknya musim berlalu tanpa mampu kembali memanggilmu.

Jumat, 02 Mei 2014

Get Up..

 
"My strength did not come from lifting weights.
My strength comes from lifting myself up,
when I was knocked down"
~unknown~