Jika sekarang ini aku merasa semua kembali seperti
rutinitas biasa, bukan berarti aku meremehkan apa yang terjadi beberapa hari
yang lalu. Jika sekarang ini pun aku sudah bisa tertawa-tawa dan bercanda,
bukan berarti kejadian itu ’ringan’ bagiku. Jika saat ini aku tidak terlihat seperti orang
yang sedang tertekan karena baru saja kehilangan sesuatu yang berharga, bukan
berarti aku sudah berkecukupan. BUKAN. Sekali lagi bukan. Aku bersikap dan
merasa apa yang kurasa sekarang ini karena inilah yang aku rasa. Menjalankan
rutinitias biasa, bercanda, tertawa, merasa tenang dan biasa, semua itu bukan
pura-pura. Aku menjalani semuanya beberapa hari ini ya karena itu yang perlu
kujalani. Kalo hanya terdiam, menyendiri, dan melamun, rasanya aku seperti berkubang
dalam penyesalan dan kekecewaan yang berkepanjangan. Bisa-bisa hidup terasa
membosankan, pikiran selalu negatif, dan tidak bergairah lagi terhadap hari
esok. Kayaknya kok rugi banget ya hidup yang hanya sekali ini diisi dengan
hal-hal negatif seperti itu. Hidup jadi sia-sia dan tidak bermanfaat, baik bagi
diri sendiri atopun orang lain.
Ya, saat ’ujian’ itu datang, yang tentu saja tidak diharapkan apalagi
diundang, awalnya aku merasa hopeless. Menyesal dan kecewa itu tidak bisa
dipungkiri. Menyesal kenapa sebelumnya tidak ada tindakan preventif, kenapa
tadinya tidak berbuat B tapi malah A, kenapa juga aku membiarkan dan tidak
perhatian. Belum lagi kecewa, kenapa cobaan datang lagi dalam hidupku, kenapa aku
yang harus mengalami, kenapa bukan orang lain…
Di saat kalut dan pikiran buntu ini terus-menerus menghantui, hanya satu yang
aku ingat saat itu. Allah SWT. Kusebut namaNya, kurapal doa-doa memohon
padaNya, kusanjung puja-puji untukNya, dan kubaca banyak-banyak firmanNya. Aku pasrahkan
sepenuh hatiku, apa yg kualami ini kepadaNya. Mungkin dengan cara inilah Dia
ingin aku ’naik
kelas’, mungkin dengan cara inilah
imanku diuji, mungkin melalui peristiwa itulah caraNya mengasihiku, dan mungkin
peristiwa itu merupakan caraNya melunturkan dosa-dosaku. Aamiin allahuma
aamiin..
Setelah beberapa hari aku semakin dekat denganNya, hatiku
pun terasa ringan. Semua beban yang sebelumnya terasa berat dan sakit yang
harus aku tanggung, sirna. Yang tersisa adalah tanggungjawab. Ya,
tanggungjawabku untuk menyelesaikan permasalahan ini melalui jalan keluar yang
juga telah kutemukan. Di sinilah aku menyadari bahwa KuasaNya sungguh besar,
sungguh nyata. dibuatNya aku kuat, bukan karena aku mampu mengangkut beban,
tapi aku kuat karena aku mampu bangkit lagi, mampu menyemangati diriku sendiri
saat aku terjatuh karena ujian dari Illahi.