Minggu, 30 November 2014

Keep Your Promise


Thank you, November..
You have kept your promise..
#hujan

Gerimis


biarkan rintik dinginnya menerpa pipi
karena ku tau, hujan gerimis datang menyejukkan hati,
menghibur jiwa yang sedang menangis

Sabtu, 29 November 2014

Rindu Yang Sesak



Resapi tubuhku yang gemetar,
rindu yang sesak,
sementara mulutku berceracau
memanggil-manggil tubuhmu

Jumat, 28 November 2014


“Saying yes to happiness means learning to say no to things and people that stress you out.”- Thema Davis

Kamis, 27 November 2014

Giliran Rasa dan Raba



Satu huruf, spasi, dan diksi tak mampu lagi menjadi bait-bait dalam puisi.
Biarlah sekarang giliran rasa dan raba yang berbicara.

Rabu, 26 November 2014

Ketukan Degup Jantung


 
Ku kira engkau yang sedang mengetuk pintu
mau bertemu.
Ternyata suara degup jantungku
yang gegap karena memikirkanmu.

Selasa, 25 November 2014

Hujan Gerimis


Adalah hujan, yang mampu mengerti jiwaku dalam kegalauan.
Yang bercampur gerimis dan menyamarkan sakitku dalam tangis..

Senin, 24 November 2014

Lifting Myself Up



Jika sekarang ini aku merasa semua kembali seperti rutinitas biasa, bukan berarti aku meremehkan apa yang terjadi beberapa hari yang lalu. Jika sekarang ini pun aku sudah bisa tertawa-tawa dan bercanda, bukan berarti kejadian itu ringan bagiku. Jika saat ini aku tidak terlihat seperti orang yang sedang tertekan karena baru saja kehilangan sesuatu yang berharga, bukan berarti aku sudah berkecukupan. BUKAN. Sekali lagi bukan. Aku bersikap dan merasa apa yang kurasa sekarang ini karena inilah yang aku rasa. Menjalankan rutinitias biasa, bercanda, tertawa, merasa tenang dan biasa, semua itu bukan pura-pura. Aku menjalani semuanya beberapa hari ini ya karena itu yang perlu kujalani. Kalo hanya terdiam, menyendiri, dan melamun, rasanya aku seperti berkubang dalam penyesalan dan kekecewaan yang berkepanjangan. Bisa-bisa hidup terasa membosankan, pikiran selalu negatif, dan tidak bergairah lagi terhadap hari esok. Kayaknya kok rugi banget ya hidup yang hanya sekali ini diisi dengan hal-hal negatif seperti itu. Hidup jadi sia-sia dan tidak bermanfaat, baik bagi diri sendiri atopun orang lain.

Ya, saat ujian itu datang, yang tentu saja tidak diharapkan apalagi diundang, awalnya aku merasa hopeless. Menyesal dan kecewa itu tidak bisa dipungkiri. Menyesal kenapa sebelumnya tidak ada tindakan preventif, kenapa tadinya tidak berbuat B tapi malah A, kenapa juga aku membiarkan dan tidak perhatian. Belum lagi kecewa, kenapa cobaan datang lagi dalam hidupku, kenapa aku yang harus mengalami, kenapa bukan orang lain
Di saat kalut dan pikiran buntu ini terus-menerus menghantui, hanya satu yang aku ingat saat itu. Allah SWT. Kusebut namaNya, kurapal doa-doa memohon padaNya, kusanjung puja-puji untukNya, dan kubaca banyak-banyak firmanNya. Aku pasrahkan sepenuh hatiku, apa yg kualami ini kepadaNya. Mungkin dengan cara inilah Dia ingin aku
naik kelas, mungkin dengan cara inilah imanku diuji, mungkin melalui peristiwa itulah caraNya mengasihiku, dan mungkin peristiwa itu merupakan caraNya melunturkan dosa-dosaku. Aamiin allahuma aamiin..

Setelah beberapa hari aku semakin dekat denganNya, hatiku pun terasa ringan. Semua beban yang sebelumnya terasa berat dan sakit yang harus aku tanggung, sirna. Yang tersisa adalah tanggungjawab. Ya, tanggungjawabku untuk menyelesaikan permasalahan ini melalui jalan keluar yang juga telah kutemukan. Di sinilah aku menyadari bahwa KuasaNya sungguh besar, sungguh nyata. dibuatNya aku kuat, bukan karena aku mampu mengangkut beban, tapi aku kuat karena aku mampu bangkit lagi, mampu menyemangati diriku sendiri saat aku terjatuh karena ujian dari Illahi.

Rindu Tak Berujung



Dalam perjalanan pulang saat senja menjelang, aku berhenti sejenak menatap kemilau langit jingga lembayung, serupa rinduku yang jauh tak berujung.

Minggu, 23 November 2014

Bertahan Memimpikanmu



Adalah aku, yang tetap bertahan memimpikanmu agar kubisa mengobati  rindu yang terasa pilu

#Hujan & melow di hari Minggu

Bonus Gimmick



Satu siang ada janjian sama teman-teman untuk makan siang bareng. Karena udah lama ga ketemu, acara ini sekaligus sebagai reunian kecil saling bertukar cerita. Kebetulan tempat makan yang dipilih dekat dengan lokasi kantor. Kumpullah kita-kita di sana. Berhubung sudah lama banget ga ketemu, begitu melihat teman satu dan lainnya langsung deh ngobrol seru banget. Sampe ga peduli lho sama pengunjung lainnya, hehehehe Untung aja masih ada salah satu dari kami yang aware, yang selalu mengingatkan agar ketawa dan volume suara yang dikeluarkan controllable.
Saking happy dan serunya ngobrol bareng, kita sampe lupa pesen makanan. Keingetannya aja karena salah satu dari kami udah yang kehausan kecapekan ngakak-ngakak. Begitu sampe counter pemesanan, masii juga kami ribut seru-seruan item yang diorder. Apaapun sepertinya bisa menjadi bahan lelucon saat kami kumpul bareng kayak gini. Setelah selesai dengan paket orderan, si mbaknya nawarin gimmick lucu. Gelas!
Jadi setiap pembelian paket, kami berhak dapetin gelas lucu ini hanya dengan nambah tiga ribu perak. Yaah, namanya juga emak-emak, ditawari barang dengan harga murah gitu langsung deh jadi nomor satu yang pengen dapetin. Ga Cuma pengen jadi nomor satu sih, tapi juga pake nawar-nawar segala, hehehe
Sapa tau udah beli paket banyak gini, nebus gelasnya juga bisa lebih murahan. Yaahh, paling enggak 3 ribu bisa dapet 3 gelas gitu #maunya

Dapat barang berguna dengan harga yang murah banget itu kan impian para emak sedunia. Coba deh ke pasar tradisional gitu, di sana pasti masih banyak terdapat nenek-nenek yang belanja sayur mayur dan keperluan memasak itu dengan acara tawar menawar. Bisa jadi harga tidak lebih murah, tapi bisa dapat bonus lengkuas ato kentang sebutir ato juga daun salam. Dan kalo sudah bisa dapet murah dan dapat bonus gitu, berbelanja kok rasanya puas. Yang jauh lebih pasti puasnya sih kalo dapetin barang tidak perlu bayar alias gratis #eh

Sabtu, 22 November 2014

Memeras Kenangan



Harum yang ditinggalkan lelaki  itu begitu menyeruak.
Sejenak ku mematung.
Wangi khasnya sungguh mengusik.
Memeras kenangan lama lewat aroma yang ditebarkannya.

Jumat, 21 November 2014

Ikatan Dalam Sanubari



Jarak yang memisahkan
tak mampu membendung ikatan
yang telah tertanam dan bertumbuh
di sanubari ini dalam-dalam

ALIF


Alhamdulillah.. Its Friday..

Alhamdulillahsudah Jumat.

Tidak sedikit orang yang menyambut hari Jumat ini dengan perasaan lega dan riang gembira. Setelah menjalani rutinitas yang lumayan melelahkan sejak hari Senin, maka hari Jumat ini dijalani dengan lebih ringan dari hari-hari sebelumnya. Mungkin karena Jumat itu terkenal dengan hari pendek, jadi kita pun merasa lebih nyaman. Berada di sekolah atau di kantor tidak selama hari Senin misalnya. Disebut hari pendek karena aktifitas orang-orang di hari Jumat ini diselingi oleh Sholat Jumat, di mana sholat tersebut merupakan kewajiban bagi orang mukminiin (muslim laki-laki) untuk berjamaah di masjid yang diawali dengan khutbah dari khatib. Sholat yang diawali dengan khutbah ini sudah tentu berlangsung lebih lama dari sholat Dzuhur biasa. Otomatis jam istirahat juga lebih lama tuh. Kalo sekolah-sekolah gitu jadwal pelajarannya hanya sampai di jam sebelum Jumatan berlangsung ato sekita jam 11an udah pulang, jika kantoran istirahatnya maju setengah jam dari biasanya.
Itu untuk hari pendek.

Orang-orang cinta banget sama hari Jumat karena besoknya udah weekend alias udah hari Sabtu #yeeaayy
Bagi perusahaan yang memberlakukan 5 hari kerja, udah otomatis Sabtu-Minggu merupakan hari libur yang sungguh dinanti-nanti. Saatnya beristirahat dari rutinitas kerja yang melelahkan. Saatnya berlibur dan refreshing bersama keluarga atau teman-teman. Tidak memikirkan pekerjaan, tidak repot dengan reports, pokoknya Sabtu-Minggu ini hari untuk bersantai-santai. Untuk berkegiatan dengan komunitas lain selain urusan kantor/pekerjaan/perusahaan.

Ada satu lagi mengapa banyak orang yang bahagia jika sudah menginjak hari Jumat. Jumat adalah hari yang penuh dengan berkah. Jumat adalah hari yang agung, hari paling baik di antara hari-hari lainnya. Karena apa? Di antaranya adalah karena ada satu waktu (setelah Ashar dan sebelum Maghrib) di mana semua doa dikabulkan oleh Allah SWT (kecuali doa maksiat).
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, Pada hari Jumat terdapat satu waktu, tidaklah seorang hamba Muslim memohon sesuatu kepada Allah melainkan Allah akan mengabulkannya. Carilah ia di akhir waktu selepas asar. [HR Abu Daud]

Kemudian hari Jumat adalah hari yang paling baik untuk bersedekah. Sedekah adalah menyisihkan sebagian kecil dari pendapatan kita untuk orang lain yang tidak seberuntung kita, orang lain yang susah hidupnya, atau fakir miskin. Sedekah yang dilakukan pada hari Jumat itu lebih utama dibanding sedekah pada hari-hari lainnya.
Imam Ibnu Qayyim berkata:" Sedekah pada hari itu dibandingkan dengan sedekah pada enam hari lainnya laksana sedekah pada bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya".Sedangkan hadits dari Sahabat Kaab menjelaskan:" Dan sedekah pada hari itu lebih mulia dibanding hari-hari selainnya".(Mauquf Shahih)

Sebenarnya masih banyak lagi keutamaan hari Jumat bagi orang lslam, teman-teman bisa gugling deh. Ini saya ambilkan 2 saja untuk contoh kenapa hari Jumat itu merupakan hari yang istimewa.

Selamat ber-Hari Jumat ya..
Selamat berkahir pekan bersama keluarga dan teman-teman..

Sumber:
http://blog.student.uny.ac.id/animoonz/2013/06/08/keutamaan-hari-jumat-bagi-umat-islam/
http://cahayacinta811.blogspot.com/2013/02/keutamaan-malam-dan-hari-jum.html

Kamis, 20 November 2014

Tak Pernah Luntur



Aku suka dengan mendung ini.
segar udaranya nikmat mengalir dalam dada,
mengurai kenangan
yang tak pernah luntur dari masa ke masa.

Rabu, 19 November 2014

Sepasang Lengan

 
 
ketika dingin tetiba menyentuh
dan menembus jantung hati,
segera kubayangkan sepasang lengan kekarmu
melingkar mendekap tubuh ini
sehingga hangat pelukmu terasa mengaliri


Guruh Berseru



gemuruh guruh yang tetiba terdengar di atas sana serupa riuh jantungku berdegup merindu berseru memanggil cintaku..

Selasa, 18 November 2014

Mengukir Senja



Mendung, dingin, kelam.
Teringat pelukanmu yang hangat
saat kita mengukir romansa di ujung senja.

Senin, 17 November 2014

Senja Berpayung Hujan


senja kujelang saat mendung tebal melayang-layang tak bertujuan
tanpa ada angin, hujan pun deras merapal rintik yang turun berebutan

segar udara kuhirup dalam-dalam, nikmat suasana dengan langit yang tak lagi sama
dingin yang sejuk menembus kulit, menemaniku menari di bawah hujan kala senja

Bait Kenangan Pahit


 
Rindu yang terselip
dalam bait-bait kenangan pahit pun
mampu menghadirkan hujan
di kelopak mataku yang terpejam,
karena sakit tertahan.


Minggu, 16 November 2014

hujan dan teduh



Kepadamu, aku menyimpan cemburu dalam harapan yang tertumpuk oleh sesak dipenuhi ragu.

Terlalu banyak ruang yang tak bisa aku buka.
Dan, kebersamaan cuma memperbanyak ruang tertutup.
Mungkin, jalan kita tidak bersimpangan. Ya, jalanmu dan jalanku.
Meski, diam-diam, aku masih saja menatapmu dengan cinta yang malu-malu.

Aku dan kamu, seperti hujan dan teduh. Pernahkah kau mendengar kisah mereka?
Hujan dan teduh ditakdirkan bertemu, tetapi tidak bersama dalam perjalanan.
Seperti itulah kita. Seperti menebak langit abu-abu.

Mungkin, jalan kita tidak bersimpangan...




**Wulan Dewatra dalam novel "hujan dan teduh"

Menulis..



Hmm...
Aktifitas ý
άnğ satu ini sbnrnya ùðåh ãϑâ sejak lama. Ùðåh ĵά∂Í semacam kebiasaan malah. Sejak ãkü berumur emm... 10tahun. Aaww..setdah!!
Bãrù ini ãkü nyadar kalo umur segitu ãkü ùðåh punya kebiasaan menulis. Maafkan ãkü ya Allah..
Kmana áj̝à ya selama ini, kok ya bisa2nya bãrù sadar kalo ãkü tuh ùðåh rajin sejak masi imut2 gitu.. (Ơ̴̴̴̴̴̴͡.̮Ơ̴̴͡)


Kalem.

Yupp..
Asal muasal ãkü suka menulis diawali ketika ãkü suka nulis diary. P
αϑα saat itu nulis diary tuh kayak ýάnğ ùðåh keren áj̝à. Heheehe..
Setiap hari harus nulis. Apapun ý
άnğ dialami, dirasakan, atopun dipikirkan. Setiap peristiwa, entah nasional entah internasional, selebriti ato ĵчğå peristiwa tetangga ýάnğ berkelahi ãkü tulis di diary. Yang pasti sih ãkü nulisnya ĵчğå tîϑαƙ ϑengαn gaya spektakuler kek skrg. Namanya ĵчğå masi kelas 4 SD, tau dunk sampe sejauh mana nalar seorang anak SD.
Dan satu lãgî,
ώäkτü itu ãkü tau bhw satu, dua, tiga peristiwa ýάnğ ãkü tulis gada hubgnya sama skali ϑengαnku, τãpî ýάnğ jelas ϑengαn nulis diary ãkü punya catatan tεπtαng sesuatu.
Satu cerita t
επtαng isi diaryku, ýάnğ membuatku saat itu mempunyai perasaan aneh. Мüήġƙîn ini ýάnğ kata orang sekarang namanya galau. Satu peristiwa ýάnğ bikin perasaan rasanya diaduk2 gak karu2an. Tidur ğάĸ enak makanpun tak nyenyak. Makan gak enak, gak makan kok laper. Mandi kepikiran, sekolah juga lospokus #eh.
Seperti seorang cew ý
άnğ kehilangan pacarnya. Ato lebih tepatnya seorang idola. Dan peristiwa itu adalah : Ronny Sianturi married sm Atiek CB. #tarakdungcesss

Hening.

Mungkin dr kebiasaan nulis diary inilah ýάnğ membuat ãkü sekarang ini punya keinginan utk tє̲tep aktif menulis. Waktu SD itu, ãkü selalu berusaha mengisi diary tiap hari. TIAP HARI. Bayangin áj̝à kalo tiap hari hrs nulis, sedangkan kάϑãήġ apa ýάnğ dialami hari itu, apa ýάnğ dirasakan hari itu biasa2 áj̝à. Gada ýάnğ istimewa.
Kebayang pas satu
ώäkτü ãkü ýάnğ kyk ĵά∂Í orang bolot gituh. Ùðåh buka diary, bolpoin ùðåh siap ∂ï tangan, posisi nulis ĵчğå ùðåh enak baήġέt, kaki nangkring ∂ï t4 tidur, radio ∂ï meja ĵчğå ùðåh nyala, minuman ùðåh siap ∂ï meja, τãpî bengong bermenit2. Kayak ýάnğ ilank semua apa ýάnğ ùðåh ngumpul ∂ï otak. Ujung2nya ãkü malah melototin sesuatu ýάnğ bergerak2 di sela2 halaman buku. Ãkü ikutin item2 ýάnğ bergerak menyusuri layaknya ĵάlä̬ή setapak pegunungan. Hmm..kayaknya ini makhluk ýάnğ namanya semut. Tuh kan bener kan, tiap dia ketemu sm temennya pasti ϑēeƗƗ brenti. Entah cium tangan, cium pipi, cium jidat, ato saling gampar. #eh
Stelah ngikuti kmana arah si item bergerak itu, tiba ĵ
чğå ãkü ∂ï sumber kerumunan ýάnğ lbh bnyk. Ohmygoat, ohmygoat..!!
Tnyt tuh semut ùðåh ngumpul áj̝à kayak arisan emak2 ∂ï toblerone ý
άnğ bãrù ãkü gigit 3x.
Ùðåh
ϑēeƗƗ, acara nulis diary malam itu berakhir ϑengαn bersih2.. Memburu sarang semut. Bgitu ketemu sarangnya, cepet2 ambil Hit lgs semprot sana sini, menyerang membabi buta. Seolah2 tuh semut emg ùðåh layak dibinasakan. 5menit kemudian ∂ï lantai ùðåh terkapar bnyk makhluk. Ãϑâ beratus2 semut, nyamuk, kecoa, ampal, dan sonte.
Berasa kamar ĵ
ά∂Í kyk ruang pembantaian ala Hitler.

Menyesal.

Kembali pαϑα pokok awal. Menulis.
Yupps..mulai saat ini ãkü memantapkan hati, memantapkan niat untuk lebih rajin lagi menulis. Apapun.
Dan semoga menghibur.


^_^

Sabtu, 15 November 2014

Duduk Di Belakangmu..

 
Subuh menjadi satu masa yang selalu aku tunggu.
Saat di sunyi senyap aku duduk di belakangmu,
berjamaah,
memanjatkan lafal saling mendoakan.

Jumat, 14 November 2014

Tema #SehariMenuliSatu



Sudah beberapa hari berlalu kompetisi #SehariMenuliSatu berakhir. Project yang sebelumnya kukira berlangsung selama 30 hari ini ternyata berakhir di tanggal 10 November lalu, tepat selama 21 hari sesuai dengan informasi di pengumuman awal. Di tanggal 11 November lalu, saya ubek-ubek linimasa @swaragamafm untuk menemukan tema yang harus ditulis di hari itu. Setiap 30 menit sekali dicoba cari-cari tapi tidak juga kutemukan penggantinya temanya. Setelah membaca ulang pengumuman awal, baru juga ngeh kalo project tersebut sudah berakhir.

Ada rasa kecewa sih tidak menemukan tema yang bisa dijadikan bahan tulisan di hari ini. Karena kupikir jika ada tema, ide tulisan dapat dengan mudah tertuang dalam blog. Dan kita bisa mengungkapkan apapun, entah itu berwujud fiksi, artikel, teori, atopun puisi dan menambah daftar isi di blog. Padahal ya, kemarin-kemarin sempet lho saya tuh keabisan ide mau nulis apaan. Habisnya kok temanya tuh random banget. Mungkin buat sebagian peserta tema yang diberikan dapat dengan mudahnya menjadi tulisan yang dengan cepat bisa dituangkan dalam blog. Tapi buat saya ada yang sampe kepikiran banget gimana mo ditulisnya. Bingung. Mo nulis puisi, ungkapan hati,  teori, ato fiksi, campur aduk malah detail-detail di kepala saling tubruk. Harus ada selingan aktifitas untuk merangsang kembali pikiran dan otak ini agar ide cerita dan tulisan bisa cocok dengan tema yang telah diberikan.

Saat hari-hari berikutnya tidak lagi menemukan tema baru yang bisa digagas dalam blog, rasanya kok ada yang hilang ya. Sekarang ini mau nulis tentang apa juga malah bingung sendiri. Hehehe padahal sih kalo Cuma untuk dijadikan tema (seperti yang sudah-sudah) menemukan ide di sekitar kita mungkin bisa ya. Tapi tetep saja masih kurang menantang Hahahah
Ya sudahlah, mungkin memang kita harus menemukan ide kita sendiri daripada harus bergantung pada yang lain. Karena ternyata untuk selalu bergantung itu ada dampak yang kurang bagus, berasa terkatung-katung seperti yang dirasakan beberapa hari terakhir ini. Yang penting tetep semangat untuk menulis, untuk meningkatkan mutu dan skill melalui blog. Dengan hal ini kita malah bisa menjadi kreatif. Kan ide kreatif sering datang pada saat kepepet.. Itu juga yang membuat kebanyakan orang percaya bahwa the power of kepepet itu sungguhlah fantastis.


Penghujan Bertamu


Langit mendung ini sungguh cantik. Aku sukaaa!
Tidak ada garangnya matahari yang menyengat panas, pun debu-debu yang beterbangan merasuki dan akhirnya merusak raga.
Suasana yang kata orang muram ini menurutku malah sendu. Dan angin yang bertiup pelahan membuatku melamun mengenang masa lalu. Sepertinya hari-hari yang mendatang akan berselimutkan mendung kelabu. Mungkin memang sudah saatnya sekarang ini musim penghujan yang bertamu.

Kamis, 13 November 2014

Jatuh & Mencinta




tanpa jatuh, kau dan aku tak akan pernah tau sedalam apakah kita saling mencinta– benar kan, sayang..
 
 
#readsomewhere

Rabu, 12 November 2014

Berbagilah..




Aku melihat gelisah di matamu
Aku mendengar enggan di katamu
Kalau pun aku tetap di sini, menunggumu
Maukah kau berbagi cerita denganku?

Istirja'



Hidup ini penuh dengan ujian. Salah satunya adalah musibah. Rasanya tidak ada orang yang hidup di dunia ini yang menginginkan musibah, yaitu kejadian apa saja yang tidak diinginkan oleh kita. Peristiwa yang tidak dikehendaki dan terjadi di luar dugaan manusia. Meskipun musibah dalam arti sebenarnya adalah bisa berupa kesenangan ataupun kesusahan namun kita semua sependapat bahwa yang namanya musibah itu pasti sesuatu yang buruk atau negatif. Bisa jadi berupa sakit, ditinggalkan oleh orang yang disayangi, kehilangan, kebanjiran, dll.

Menghadapi musibah yang sedang menimpa kita memang tidak mudah. Selain rasa sedih, rutinitas sehari-hari pasti ada yang berubah. Badan lesu, hati resah, pikiran gelisah, dan merasa bahwa diri kita adalah makhluk yang lemah, yang tidak bisa lepas dari kuasa Allah. Bersikap sabar dan tawakal adalah kunci utama karena dengan kesabaran itulah kita bisa berpikir positif atas semua peristiwa yang telah terjadi dan yakin bahwa di balik musibah kita bisa memetik hikmah. Toh sesungguhnya kita semua adalah milik Allah dan kepada-Nya lah semua akan kembali. Kita pasrahkan kepada Allah, dengan tidak lupa untuk selalu berdoa agar kita diberi pahala dari musibah yang dihadapi.
..inna lillahi wa inna ilaihi raji’un..

Selasa, 11 November 2014

Senja Menjelang




Begitupun senja.
Ketika senja menjelang kubergegas pulang,
demi melihat sinar matamu kembali,
demi menatap senyummu yang menentramkan hati.

Surat Keterangan



Kalo kau minta aku untuk melupakanmu,
aku mau ke kantor kelurahan dulu.
Aku mau minta surat keterangan tidak mampu.

Senin, 10 November 2014

Menderas Panas

 
 
Hujan tercurah sangat deras yang kunikmati dari sudut teras membawa kenangan saat kau memberiku cincin emas, dan tiba-tiba membuat mataku panas..


Pahlawan..



Negara yang besar adalah negara yang menghargai jasa-jasa pahlawannya. Ungkapan ini mewarnai status di sosmed-sosmed di tanggal 10 November, yang setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Pahlawan. Banyak sekali status tentang pahlawan ini yang hilir mudik menghiasi linimasa-linimasa di berbagai media sosial. Pahlawan, bukan saja sebutan untuk mereka yang berjuang dengan gigih untuk meraih kemerdekaan. Bukan semata-mata milik mereka yang maju perang dan gugur dalam medan pertempuran.

Namun seorang pahlawan adalah seseorang yang juga gigih berjuang dalam kehidupannya. Adalah orang yang dengan segenap jiwa raga bekerja demi mencukupi kebutuhan hidupnya. Adalah orang yang dengan semangat pantang menyerah berjuang memeras keringat demi kebahagiaan keluarganya. Itulah sejatinya pahlawan, yang selalu memperjuangkan hal-hal positif demi kebaikan dalam kehidupannya.

Selamat Hari Pahlawan.

#SehariMenuliSatu #Day21 @swaragamafm #LastDay

Mulia Hatimu..



Kita jadi bisa.. menulis dan membaca, karena siapa.. kita jadi tau beraneka bidang ilmu, dari siapa Kita jadi pintar dibimbing pak Guru.. Kita bisa pandai dibimbing Bu Guru.. Guru bak pelita, penerang dalam gulita.. Jasamu tiada tara
Sebait lagu yang sering terdengar di TVRI pada tahun 1990an mengingatkan tentang berartinya seorang guru dalam kehidupan kita. Ya, karena kesabaran para guru inilah yang mengantar kita menjadi seperti apa kita sekarang ini. Mereka mengajarkan kita untuk tekun belajar, giat dalam pekerjaan tangan, teliti saat belajar kita diuji, dan membimbing kita untuk tawakal, tawadlu, dan istiqomah dalam beribadah.

Saya benar-benar salut pada profesi seorang guru ini. Bukan karena Mami saya seorang guru juga, tapi lebih kepada pengabdian mereka yang besar dan tanpa pamrih terhadap dunia pendidikan itu sendiri. Saya pernah satu waktu bertemu dengan guru semasa SD. Begitu tau bahwa saya dulu muridnya, beliau pun langsung berbinar bahagia. Ngobrol dengan saya saja sambil berkaca-kaca. Terhadap saya yang hanya sebagai murid biasa saja respon-nya seperti, apalagi jika beliau bertemu dengan muridnya yang berprestasi atau malah sudah jadi menteri. Pasti kebanggaan yang dirasakan lebih dari sekedar materi. Ya, pekerjaan guru memang pekerjaan yang paling mulia. Di balik penampilannya yang sederhana, sungguh besar tekad mereka untuk bisa memberikan bekal yang cukup, bekal bagi murid-muridnya untuk berjuang dalam kehidupan yang tidak mudah di depan sana. Sehingg sangat pantas sekali jika mereka disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

#SehariMenuliSatu #Day20 @swaragamafm

Kamera Warni



Pak Sarno pagi ini terlihat tidak bersemangat, sedari pagi datang ke pangkalan becak di ujung jalan itu rautnya murung. Bahkan dia hanya duduk diam dan melamun, tidak tertarik untuk berlomba mendapatkan penumpang seperti teman-teman seprofesinya, seorang tukang becak. Betapa tidak sedih, anak satu-satunya, Warni, semalam minta dibelikan kamera. Katanya kameranya ini akan digunakan selama Warni ke Bali, studi tour yang diadakan sekolah, di mana hasil kunjungan ke Bali tersebut harus dibuat dalam bentuk makalah dan menjadi salah satu syarat kenaikan kelas. Penghasilan Pak Sarno sebagai tukang becak yang pas-pasan ini hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Oalah Gusti, dari mana aku harus mencari uang sebanyak itu untuk membeli kamera buat Warni?? Akhirnya Pak Sarno pun pulang karena mendadak badannya terasa lemas.

Dalam perjalanan pulang, Pak Sarno mengayuh becaknya perlahan-lahan. Tiba-tiba matanya tertumbuk pada seorang anak yang sedang menangis di balik sebuah pohon besar. Pak Sarno pun berhenti dan mencoba bertanya di mana rumahnya. Namun karena masih ketakutan, anak kecil berumur sekitar 5 tahun itu tidak menjawabnya. Karena bingung apa yang harus dilakukannya, satu-satunya hal yang terpikirkan adalah ke kantor polisi terdekat. Setelah menceritakan dengan singkat, 2 orang polisi segera meluncur ke lokasi si anak. Entah apa yang terjadi setelahnya karena Pak Sarno pun langsung pulang mengingat badannya yang makin lemas. Sampai di rumah Pak Sarno tiduran di amben kecil, bingung memikirkan bagaimana memenuhi keinginan Warni hingga dia tertidur. Tiba-tiba pintu rumahnya digedor-gedor keras sekali. Pak Sarno terbangun dengan dada berdegup kencang. Aah, ternyata hari sudah sore. Dengan berjalan tertatih-tatih dan kepala pusing, Dia membukakan pintu. Kaget bukan kepalang, ternyata ada 2 polisi yang telah ia kenal datang bersama seorang laki-laki gagah berkumis. Salah seorang polisi menjelaskan perihal kedatangannya mereka, bahwa Bapak Kusuma, laki-laki berkumis itu, minta ditemani bertemu dengan Pak Sarno. Bapak Kusuma datang untuk mengucapkan terimakasih karena Pak Sarno telah menolong Debbie, anaknya yang berumur 5 tahun itu, yang hilang sejak pagi hari. Sebagai ungkapan terimakasih, Bapak Kusuma memberikan bingkisan untuk Pak Sarno. Masih kebingungan dengan apa yang terjadi di rumahnya, Pak Sarno hanya mampu mengangguk-angguk berterimakasih dan berkaca-kaca. Doanya dijawab oleh Tuhan, di dalam bingkisan yang diterima dari Bapak Kusuma, ada setumpuk uang berlembar merah, yang semoga saja cukup untuk membeli kamera Warni. Pak sarno pun tersenyum.
#SehariMenuliSatu #Day19 @swaragamafm

Anugerah Untukku


 
Jangan kau ragukan inginku
untuk selalu berada di sisimu.
Dalam lirih pintaku padaNya,
aku pun memohon untuk
tetap dianugerahi dirimu,
bersamamu,
saat nanti kita berada di surgaNya.

Minggu, 09 November 2014

Menunggu Itu Menjemukankah?



Bnyk orang ýάnğ sebel dan benciiii jk harus menunggu.
Menunggu itu membosankan. Menjemukan.
Menunggu itu buang
ώäkτü.
Belum lãgî jk ý
άnğ ditunggu tîϑαƙ segera memberi kabar.
Sudah janjian, sudah jam nya,
τãPî dianya πğğãk ĵчğå nongol2. Tidak segera muncul batang hidungnya.
(Ehh knapa slalu batang hidung ý
άnğ digunakan ya? Bùkåη batang ýάnğ lain.. Xixixi)
Alih-alih hal2 kyk gini ý
άnğ bikin kîta ĵά∂Í senewen.
Trus marah-marah.. Trus ý
άnğ lebih parah kita jadi ngomel-omel πğğãk karu2an.. Dan yang keluar dr bibir kita bisa ĵά∂Í hal2 yang negatif tεπtαng seseorang ýάnğ kita tunggu dulu.

Jujur sih, sebelumnya saya sendiri ĵчğå sebel jika hrs umenunggu. Kayaknya seseorang itu kok gak komit banget sm janjinya. Kitanya udah berusaha tepat ώäkτü, eeh dianya ýάnğ seenaknya sendiri molor2 πğğãk karu2an.
Tapi ùðåh dua-tiga tahun ini saya belajar untuk bisa menikmati yang namanya menunggu.
Saya mikir positifnya áj̝à. Mungkin dia ada keperluan ý
άnğ tidak bisa ditinggalkan. Мüήġƙîn keperluannya itu memang lebih penting sehingga dia tidak bisa tepat waktu. Keluarga misalnya.
Atau..bisa jadi dia kena macet..ban motornya bocor..ato bis ý
άnğ dia naiki lajunya pas pelaaann banget bak langkah seorang putri kraton. Hehehehe...
Nahh..ý
άnğ saya sebutkan ∂ï atas td merupakan faktor ∂ï luar kendali kita kan.. Ĵά∂Í kita hrs belajar memaklumi.. Mãü ngeyelpun ĵчğå gada gunanya kan..

Ýάnğ pasti kita hrs bisà manfaatkan ώäkτü menunggu itu dgn aktifitas lain ýάnğ sdikit bisa mengalihkan perhatian kita agar kîta tîϑαƙ jemu dan tîϑαƙ bosan. Misalnya bbman.. Cek timeline FB, twitteran, smsan.. Ato ĵчğå browsing2 đãή main game.. :)
Dijamin
ϑēeƗƗ ntr saat2 menunggu itu menjadi saat ýάnğ ditunggu.. Hehehe...
(Hbsnya bbman lãgî seru2nya, status FB ĵ
чğå bnyk ýάnğ komen, τãPî si dia ùðåh nongol đãή muncul batang hidungnya)
Selain aktifitas tsb dmana kîta hrs menggunakan gadget, kita bisà ĵ
чğå mengisi ώäkτü hny dengan melihat lingkungan sekitar kîta.
Mengamati pemandangan ý
άnğ telah disuguhkan ∂ï depan kîta. Apaapun bisà kita telaah. (Taela..basanya πğğãk nguatin yah..xixixi)
Dr mule orang-orang sekitar.. Apa ý
άnğ mereka lakukan.. Trus bangunan ∂ï deket kita..
Buat saya sih apa áj̝à ý
άnğ ãϑâ bisa ditelaah. Bahkan kita bisà banyak belajar dr apa ýάnğ ãϑâ di sekeliling kita.
Dan menikmati saat2 menunggu ini membuat saya sangat menghargai
ώäkτü. KaRêήâ saya sadar kalo ώäkτü tidak akan terulang kembali. Apa ýάnğ saya alami saat2 menunggu itu tidak akan sama dgn ýάnğ akan saya alami jk suatu saat saya kembali berada di tempat ýάnğ sama.
Waktu berjalan terus. Waktu tidak akan menunggu kîta. Ĵ
ά∂Í sebaiknya kita manfaatkan ώäkτü menunggu itu. ĴaŇģä̬n prnh mengeluh jk harus menunggu. Apalagi jika kita ĵά∂Í emosi gara-gara menunggu.

Oke, selamat menikmati saat2 menunggu...

Pernah diposting di :
https://m.facebook.com/notes/oktarini-zaendhi/menunggu-itu-menjemukan-kah/475051752508319/?refid=21&ref=bookmark

 

Sabtu, 08 November 2014

Tak Perlu Tisu


 
Tak perlu sekotak tisu untuk redakan tangisanku.
Sediakanlah bahu lebarmu untuk menopang gundahku.


Jumat, 07 November 2014

Gerimis Pertama


Setelah kemarau membabi buta,
aroma gerimis pertama yang kucium di sore ini
sungguhlah sendu.
Mengiringi bergayutnya rindu
yang sekian lama kuhembuskan untukmu.

Love You, Kak.. Love You, Dek..




Keletihan dan penatnya raga setelah bekerja seharian bisa menguap begitu saja ketika tiba di rumah melihat anak-anak. Tingkahnya yang lucu-lucu, cerita-cerita mereka yang penuh dengan kepolosan, atau pun pertanyaan-pertanyaan yang mencecar selalu menghiasi nyamannya rumah kecil kami di salah satu sudut kota ini.

Kakak yang pendiam seringkali mengalah terhadap adiknya. Mungkin saja itu salah satu naluri seorang kakak untuk ngemong adiknya, atau bisa juga kakak ingin memberikan contoh yang baik untuk sang adik. Sebaliknya, sang adik ini anak yang tidak mau kalah, selalu ingin menjadi nomor satu, selalu ingin mempunyai sesuatu lebih banyak dari kakaknya. Kadang apa yang sedang dikerjakan kakak tiba-tiba adik udah minta pinjam dan gangguin. Jika kakak sedang serius, apa yang diminta oleh adik juga tidak diberikan. Endingnya bisa ditebak, mereka bertengkar. Namun kadang dengan tidak disangka-sangka, kakak memberikan solusi untuk perselisihan mereka. Kalo selalu bertemu, kakak dan adik sering ributnya. Jika salah satu tidak ada di rumah, pasti akan dicari-cari. Tapi kalo sudah ketemu bisa ribut lagi. Hehehe… Seninya ada kakak dan adik di rumah, papa mama pun terhibur dengan tingkah polah kanak-kanak yang kalian tunjukkan. Semoga kakak dan adik menjadi anak sholehah dan anak sholeh ya.. Aamiin…


#SehariMenuliSatu #Day18 @swaragamafm

Kamis, 06 November 2014

Belum Pernah.. Takkan Pernah..

 
Yang bagiku belum pernah,
tak kan pernah,
dan tak kan mungkin ada,
kasih yang melebihi kasihku kepadamu,
segenap jiwa dan ragaku,
untukmu selamanya
..

Memori Masa Kecil



Rasa penasaran mengalahkan logika. Saya pernah membaca pernyataan tersebut pada judul sebuah artikel di salah satu majalah lama. Saking penasarannya dengan apa yang terjadi ketika melihat orang yang menggelepar-gelepar di tepi jalan, banyak orang yang dengan enaknya berhenti untuk melihat sejenak dan bahkan mengamati apa yang sebenarnya terjadi. Dan sering pula orang ini tidak menghiraukan keadaan sekitarnya saat berhenti, bisa jadi berhenti mendadak gak peduli dengan kendaraan yang di belakangnya, bisa jadi dia berhentinya tidak menepi dulu, bahkan di tengah jalan demi bisa melihat kejadiannya dan ini menghalangi pengguna jalan yang lainnya.

Saya jadi ingat kalo saya pernah dirundung rasa penasaran ini pada saaat saya masih kecil imut-imut nggemesin. Satu hari nenek minta bantuan mamang tukang kebun untuk membereskan dan merapikan kebun kecil di sudut pekarangan rumah. Sepulang sekolah saya nungguin mamang itu bekerja, memperhatikan apa-apa aja yang dikerjakannya. Rasanya penasaran banget, bagaimana caranya si mamang bisa menyulap lahan kosong bisa menjadi sebuah sudut yang indah dipandang mata. Tiba-tiba perhatian saya tertumbuk pada bungkusan plastik yang tergeletak di dekat si mamang. Isinya butiran kristal putih yang serupa dengan gula pasir. Sebagai seorang penggemar rasa manis sejati sampai-sampai wajah ini ketularan manisnya, saya pun langsung berbinar melihat seplastik gula pasir ini. Kayak yang ga bisa lihat gula nganggur sedikit. Saya jadi penasaran dan bertanya kenapa kok bisa ada gula pasir di kebun, bukannya seharusnya ada di dapur. Mamangnya bilang sih bukan gula pasir biasa yang untuk bikin teh atau kopi tapi itu gula pasir untuk tanah. Widih, mamang bisa aja deh, masak iya tanah musti digulapasirin kayak gini. Jangan-jangan si mamang begitu karena dia ga mau saya yang udah manis ini jadi tambah manis kalo nyomot gula pasirnya #huek. Saya malah jadi tambah penasaran, gula yang manis gini kok mau dipake untuk tanah, kan sayang banget tuh. Akhirnya setelah menunggu beberapa lama, mamang pun pergi mengambil air. Kesempatan ini tidak saya sia-siakan, saya langsung menyendok gula pasir itu dan hap, masuk mulut. Aman, mamang tidak melihat. Eh tapi kok rasa gulanya aneh begini ya? Manis endak tapi kok agak-agak pahit dan rada panas gini di tenggorokan. Dan tiba-tiba saja saya udah pening, kliyengan menggapai-gapai tembok agar tidak jatuh. Tapi terlambat, waktu itu saya udah jatuh dan rasanya tidak karu-karuan. Langsung mamang memanggil nenek dan saya disuruh minum sus banyak-banyak. Ternyata saya keracunan sodara-sodara.. Butiran kristal yang saya pikir gula pasir itu ternyata pupuk tanaman. Pantesan rasanya kok pahit dan panas di tenggorokan. Untuung aja tidak berakibat fatal, jika saya menyendoknya sampai tiga kali, bisa-bisa saya sudah wassalam.

#SehariMenuliSatu #Day17 @swaragamafm

Rabu, 05 November 2014

Perih



Sebuah novel kuambil dari dalam tas, untuk menemaniku membunuh waktu saat gerbong ini melintas ratusan kilometer rel menuju kotamu. Baru juga habis 3 halamannya, apa yang kubaca sudah tak ada lagi yang masuk ke kepala. Rasanya lebih asyik melihat pemandangan di luar sana sambil membayangkan pertemuan kita nanti. Rindu sekian purnama yang telah lama kudekap, akhirnya akan bermuara padamu kekasih hatiku. Sebuah bingkisan telah kusiapkan untukmu, menandai pertemuan kita kali ini. Dan agar kau selalu ingatku, saat aku harus kembali pulang ke kotaku lagi nanti.
Satu jam lagi aku akan tiba di stasiun kotamu. Berjam-jam perjalanan yang kulalui terasa begitu singkat. Apakah ini karena aku terlalu senang akan bertemu denganmu ataukah aku yang terlalu bahagia menuju pelukmu, entahlaah..

Dan kini aku seorang diri di sebuah meja, ditemani secangkir latte sambil pegang hape, membaca pesanmu yang baru saja masuk, ”kabarin aku kalo udah sampai ya, sayang? Miss you, much!” Aku tak mampu membalasnya, ketika tiba-tiba aku terpaku melihat sosok yang kukenal betul lekuk tubuhnya, garis bibirnya, wangi rambutnya, sedang bercanda dengan seorang anak kecil berumur 5tahunan. Di sebelahnya ada wanita anggun yang sedang menyuapi sambil tertawa-tawa. Kekasih hatiku bersama keluarganya!

 
#SehariMenuliSatu #Day16 @swaragamafm

Seperti Mentari..

 
 
Aku sangat mencintaimu seperti mentari,
terbenam pelahan dengan langit indah warnanya
dan tergantikan dengan malam
yang datang membawa kesejukan.


Selasa, 04 November 2014

Lagu Rindu


Hujan di malam ini serupa lagu rindu yang kau nyanyikan merdu tepat di tepian jendelaku...

#akhirnyahujanjuga...

Menembus Jendela Hati




Angin dingin yang mengalir semilir di lantai roof-top ini mengiringi pertemuan kita yang ke-5 kalinya. Bulan sabit bersinar temaram bersama bintang gemintang di malam yang kelam seakan ikut terdiam menyaksikan kita yang sedang duduk berhadapan, bergenggaman tangan. Kebisuan yang menyelimuti pertemuan kita di malam itu tak juga bergeming. Bahkan di saat hingar bingar live music yang menemani makan malam ini meraung seakan tak berkesudahan. Tetap kita bertahan berdiam. Tak ada cerita yang mengalir dari bibir yang sudah lama kurindukan.

Hanya mata kita yang terus bertatap. Hanya mata kita yang seru bercakap. Sekian purnama tak pernah saling bertemu, biarlah mata kita yang saling bercumbu. Meluapkan rasa dalam dada yang penuh dengan sebuncah rindu. Melihat inci demi inci setiap garis wajahmu, mampu menghapus hari-hari yang berlalu dalam pilu. Sorot matamu yang teduh itu penuh dengan kesejukan, menadah siap berbagi setiap peluh dan ragam keluhan. Lewat mata inilah kita saling percaya, bahwa apa yang kita rasa tak bisa tertutup dengan dusta. Biarkan mata yang saling berbicara, melaluinya lah masing-masing kami tidak bisa mengingkari janji, karena mata adalah sebuah anatomi, yang mampu menembus jendela hati.

 

#SehariMenuliSatu #Day15 @swaragamafm

Mengapa..

 
 
 
’Mengapa harus aku?’tanyamu.
Karena kamulah yang ada di siang malamku.
Melekat pagi sore di pikiranku.
Demikian pun aku selalu merindumu.


Senin, 03 November 2014

Damai..



kubelai rambutmu sebelum mata ini terpejam
kuusap dadamu sebelum engkau mendengkur
kukecup bibirmu sebelum kita bermimpi
dan kudekap tubuh hangatmu sebelum kita tertidur
damai itu ketika berada di sisimu,
seperti ini.


My Lovely Room..



Ruangan ini tak terlalu luas. Hanya berukuran 3x4 dengan lantai berwarna putih yang berkawan denganku dengan memberikan kesejukan ke seluruh penjuru sudut-sudut yang telah akrab di mataku. Selain tempat tidur yang kuatur di salah satu sudutnya, masih ada almari pakaian berwarna kuning biru, warna favoritku baru-baru ini, dan juga rak buku yang penuh dengan novel dan diktat-diktat sastra yang kuletakkan dekat dengan meja tulis. Sengaja aku memberi sentuhan light-yellow pada dua bidang dinding yang dekat dengan meja tulisku. Sedangkan dua bidang lainnya di sudut tempat tidurku, kuberi warna biru muda yang teduh, di mana warnanya akan membuatku semakin mudah jatuh tertidur.

Aku mengedarkan pandanganku ke sekeliling ruangan kamar yang telah kuhuni selama 20tahun ini. Berbagai kenangan yang pernah hadir membawa kesan tersendiri. Ada rasa berat di hati saat aku harus meninggalkannya kini. Meninggalkan zona nyaman adalah tantangan besar yang harus aku jalani. Namun aku harus berani untuk melangkah, demi meniti karir di kota lain, untuk menggapai cita-cita dan mimpi dalam nyata.
Selamat tinggal, my comfort-zone.

 
#SehariMenuliSatu #Day14 @swaragamafm

Minggu, 02 November 2014

Es Krim Sehat



Satu siang di hari Minggu yang panas aku berangkat ke acara reuni yang diadakan oleh salah seorang teman SMP. Setelah berbincang ke sana ke mari melepas kangen dan mengenang masa-masa remaja, akhirnya tiba juga acara makan besar. Segala menu sederhana terhidang menyambut kami. Namun yang membuatku sedikit terkesan adalah es krim yang disajikan dalam piring-piring kecil. Bentuknya tidak padat seperti es krim kebanyakan. Berwarna hijau muda yang segar, sesuai banget dengan rasanya. Jika menilik dari tampilannya, aku menebak bahwa ini adalah es krim rasa daun pandan.

Ternyata tidak hanya aku yang terkesan dengan es krim yang berpenampilan tidak biasa ini. Ada beberapa teman lain yang juga penasaran, kok ada es krim rasa daun pandan. Setelah ada salah seorang yang memberanikan diri bertanya pada sang tuan rumah, akhirnya dijelaskan juga pada kami bahwa es krim tersebut buatan sendiri! Ya, buatan sendiri dan tidak membeli dalam kemasan kotak/gelas seperti yang di jual di toko-toko swalayan. Dan yang lebih membuatku terpana, es krim berwarna hijau muda segar dan berasa daun pandan itu ternyata di buat dari sawi hijau! Wooww..sunggu di luar dugaan ya.. Ternyata es krimnya sehat banget, dari sayuran segar dan hanya dengan sedikit gula. Karena banyaknya animo teman-teman yang hadir, sang tuan rumah pun dengan senang hati mempraktekkan cara membuat es krim sehat, terlebih untuk anak-anak. Selain dari sawi hijau, es krim berikutnya terbuat dari kacang hijau. Untuk sehat ternyata tidak perlu ribet ya..

#SehariMenuliSatu #Day12 @swaragamafm

Sewindu Rindu




Jangan pernah membantah apa yang saat ini kusebut rindu kelabu.
Karena dalamnya rinduku padamu tak ada seorang pun yang tau.
Bahkan kau pun seolah membisu, saat menerima semua pesan yang kukirim sejak sewindu lalu.

Sabtu, 01 November 2014

Keep Smile.. ^_^



Senyum.
Satu hal yang mudah dilakukan oleh kita semua. Dan khasiatnya..?? Dahsyat! Menurut pengalaman pribadiku, pagi hari di saat membuka mata, senyum sudah harus dilakukan karena aku yakin senyum mengawali kebaikan yang akan diperoleh di hari itu. Jangan sampai deh marah dan cemberut di pagi-pagi karena pasti mood jelek akan terbawa-bawa di sepanjang hari. Pastinya ga enak banget kan menjalani hari dengan mood yang ga bagus gitu? Senyum kepada teman juga akan menyiratkan bahwa kita sedang bahagia dan kita akan terlihat menarik. Beberapa orang selalu akan memilih teman berbincang dengan orang yang terlihat menarik ini. Karena tentu saja orang yang tersenyum ini menyiratkan aura yang positif.

Membiasakan diri untuk banyak-banyak tersenyum sudah pasti tidak ada ruginya. Bahkan ada pepatah yang bilang bahwa senyum itu merupakan sedekah. Jika kita belum bisa sedekah secara materi, tidak ada salahnya kita sedekah dengan senyum kan.. Yakin saja, dengan tersenyum semesta pun akan ikut tersenyum dan kita akan mendapatkan kebaikan dari alam.
 
#SehariMenuliSatu #Day12 @swaragamafm