Senin, 24 November 2014

Lifting Myself Up



Jika sekarang ini aku merasa semua kembali seperti rutinitas biasa, bukan berarti aku meremehkan apa yang terjadi beberapa hari yang lalu. Jika sekarang ini pun aku sudah bisa tertawa-tawa dan bercanda, bukan berarti kejadian itu ringan bagiku. Jika saat ini aku tidak terlihat seperti orang yang sedang tertekan karena baru saja kehilangan sesuatu yang berharga, bukan berarti aku sudah berkecukupan. BUKAN. Sekali lagi bukan. Aku bersikap dan merasa apa yang kurasa sekarang ini karena inilah yang aku rasa. Menjalankan rutinitias biasa, bercanda, tertawa, merasa tenang dan biasa, semua itu bukan pura-pura. Aku menjalani semuanya beberapa hari ini ya karena itu yang perlu kujalani. Kalo hanya terdiam, menyendiri, dan melamun, rasanya aku seperti berkubang dalam penyesalan dan kekecewaan yang berkepanjangan. Bisa-bisa hidup terasa membosankan, pikiran selalu negatif, dan tidak bergairah lagi terhadap hari esok. Kayaknya kok rugi banget ya hidup yang hanya sekali ini diisi dengan hal-hal negatif seperti itu. Hidup jadi sia-sia dan tidak bermanfaat, baik bagi diri sendiri atopun orang lain.

Ya, saat ujian itu datang, yang tentu saja tidak diharapkan apalagi diundang, awalnya aku merasa hopeless. Menyesal dan kecewa itu tidak bisa dipungkiri. Menyesal kenapa sebelumnya tidak ada tindakan preventif, kenapa tadinya tidak berbuat B tapi malah A, kenapa juga aku membiarkan dan tidak perhatian. Belum lagi kecewa, kenapa cobaan datang lagi dalam hidupku, kenapa aku yang harus mengalami, kenapa bukan orang lain
Di saat kalut dan pikiran buntu ini terus-menerus menghantui, hanya satu yang aku ingat saat itu. Allah SWT. Kusebut namaNya, kurapal doa-doa memohon padaNya, kusanjung puja-puji untukNya, dan kubaca banyak-banyak firmanNya. Aku pasrahkan sepenuh hatiku, apa yg kualami ini kepadaNya. Mungkin dengan cara inilah Dia ingin aku
naik kelas, mungkin dengan cara inilah imanku diuji, mungkin melalui peristiwa itulah caraNya mengasihiku, dan mungkin peristiwa itu merupakan caraNya melunturkan dosa-dosaku. Aamiin allahuma aamiin..

Setelah beberapa hari aku semakin dekat denganNya, hatiku pun terasa ringan. Semua beban yang sebelumnya terasa berat dan sakit yang harus aku tanggung, sirna. Yang tersisa adalah tanggungjawab. Ya, tanggungjawabku untuk menyelesaikan permasalahan ini melalui jalan keluar yang juga telah kutemukan. Di sinilah aku menyadari bahwa KuasaNya sungguh besar, sungguh nyata. dibuatNya aku kuat, bukan karena aku mampu mengangkut beban, tapi aku kuat karena aku mampu bangkit lagi, mampu menyemangati diriku sendiri saat aku terjatuh karena ujian dari Illahi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar