Senin, 10 November 2014

Mulia Hatimu..



Kita jadi bisa.. menulis dan membaca, karena siapa.. kita jadi tau beraneka bidang ilmu, dari siapa Kita jadi pintar dibimbing pak Guru.. Kita bisa pandai dibimbing Bu Guru.. Guru bak pelita, penerang dalam gulita.. Jasamu tiada tara
Sebait lagu yang sering terdengar di TVRI pada tahun 1990an mengingatkan tentang berartinya seorang guru dalam kehidupan kita. Ya, karena kesabaran para guru inilah yang mengantar kita menjadi seperti apa kita sekarang ini. Mereka mengajarkan kita untuk tekun belajar, giat dalam pekerjaan tangan, teliti saat belajar kita diuji, dan membimbing kita untuk tawakal, tawadlu, dan istiqomah dalam beribadah.

Saya benar-benar salut pada profesi seorang guru ini. Bukan karena Mami saya seorang guru juga, tapi lebih kepada pengabdian mereka yang besar dan tanpa pamrih terhadap dunia pendidikan itu sendiri. Saya pernah satu waktu bertemu dengan guru semasa SD. Begitu tau bahwa saya dulu muridnya, beliau pun langsung berbinar bahagia. Ngobrol dengan saya saja sambil berkaca-kaca. Terhadap saya yang hanya sebagai murid biasa saja respon-nya seperti, apalagi jika beliau bertemu dengan muridnya yang berprestasi atau malah sudah jadi menteri. Pasti kebanggaan yang dirasakan lebih dari sekedar materi. Ya, pekerjaan guru memang pekerjaan yang paling mulia. Di balik penampilannya yang sederhana, sungguh besar tekad mereka untuk bisa memberikan bekal yang cukup, bekal bagi murid-muridnya untuk berjuang dalam kehidupan yang tidak mudah di depan sana. Sehingg sangat pantas sekali jika mereka disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

#SehariMenuliSatu #Day20 @swaragamafm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar