Jumat, 25 Juli 2014

Denganmu..


“Saya bukan wanita manja. Namun dengan kamu, manja menjadi sesuatu yang keluar dengan sendirinya, seperti yang biasa mereka sebut; alamiah.”

—Tia Setiawati Priatna

Rindu Berjarak..


Tidak terbilang waktu,
saat merindu dan menunggu.
Dan entah berapa ribu detik terlewati dengan
memeluk asa yang menyala pada pijar matamu.
Dan entah berapa juta rintik hadir bersama hujan
Yang menggenggam bayang sanyummu.
Aku menunggu,…
Hari dimana aku dan kamu menjadi kita,
kita yang tak lagi  berjarak.

Jumat, 18 Juli 2014

Tentang Hujan,..



Aku suka hujan.

Dalam hujan kutemukan banyak hal.

Hujan itu bening seperti embun.

Hujan memberi kesegaran.

Hujan itu menyejukkan jiwa.
Mengasihi.
Hujan memberi kebahagiaan.

Hujan memanggil kenangan.

Hujan membawa banyak inspirasi.

Hujan itu rejeki.

Hujan menciptakan senandung merdu.

Hujan membuat hati rindu.

Dan aku suka hujan.

Karena hujan pernah menahanmu disini, di labirin cinta ini.

Kamis, 17 Juli 2014

Kutepis Engkau...



Aku lebih memilih untuk menepi..
dan berdiam diri.
Membiarkan semua yang telah terjadi
pergi dan tak kembali.

Tak ada sesal tak ada tangis..
Kubuang semua gejolak nadiku..

Kulayang bayangmu dalam gerimis.
Kutepis engkau jauh.


Aku akan tetap terus melangkah dengan pasti
Melangkah dengan keyakinan diri
Perlahan dan bersabar
Walo melihatmu serasa mati.
Bersama tapi tak teraba.

Jumat, 11 Juli 2014

Forgiveness is Easy


Pengalaman menulis yang sungguh menyenangkan.

Sungguh menjadi kejutan di hari Jumat yang berkah ini.
Sebuah tulisan pendek dan ringan sepanjang dua paragraf telah berhasil membawa nama saya tercantum dalam daftar pemenang.
Yang sudah jelas, rasa bahagia dan gembira terpancar dari wajah saya.
Menjadi salah satu dari 5 pemenang dalam ajang kompetisi yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.

Ketika saya mendapat email mengenai kompetisi ini, hati terasa langsung tergerak untuk mereply dan menceritakan sedikit pengalaman pribadi yang kebetulan sesuai dengan temanya. Dengan mengingat-ingat apa yang terjadi kala itu, tentang si kecil Allan yang sedang getol banget untuk menghias dinding rumah.
Awalnya cerita itu meluncur begitu saja dan begitu panjangnya. Teringat bahwa ajang cerita ini hanya memerlukan 2 paragraf, jadinya paragraf lainnya diedit dan disensor.

Alhamdulillah, hobi menulis yang baru awal tahun ini mendapatkan wadahnya, akhirnya bisa menghasilkan juga. Namun bukan hasil berupa hadiah atau uang yang jadi intinya, tapi pengakuan bahwa apa yang saya tuliskan itu mengena dan berhasil membuat orang lain tertarik.

Tetap semangat menulis!


                                                                                                                                                             

From: AskDulux.ID
Sent: Friday, July 11, 2014 9:18 AM
Subject: Pemenang Cerita "Forgiveness is Easy"

















                                                                                                                                                             

From: Sari, Oktarini
Sent: Wednesday, April 23, 2014 10:51 AM
To: AskDulux.ID
Subject: Cerita dari Yogyakarta

 
Dear Apriani,

Berikut cerita dari Yogyakarta,

Berangkat dari jiwa yang penuh rasa ingin tau dan minat untuk mengeksplorasi hal-hal di sekitar, Allan, 5tahun, mengungkapkan ekspresinya ke dalam kanvas yang luas, yang terdekat dengan dirinya berada, yaitu dinding. Segala macam huruf, gambar, dan bentuk imajinasi seorang anak umur 5tahun dituangkan dalam lukisan indah di dinding ruang tamu dan kamar kami. Dan kami sebagai orangtua yang selalu ingin memfasilitasi anak dan tidak ingin menghambat kratifitas dan keingintahuannya, kami membiarkan Allan untuk menulis dan menggambar di dinding tersebut. Kami tidak marah dengan perbuatannya mengotori dinding kami.
 
Namun begitu, kami juga ingin berhemat dengan tidak mengecat berkali-kali dinding yang penuh dengan hasil karya Allan. Kami ingin agar dinding ruang tamu dan kamar dengan coretan tersebut bisa dengan mudah dibersihkan dan satu-satunya solusi bagi kami adalah mengecat dinding ruang tamu dan dinding kamar dengan cat DULUX EASYCLEAN, yang dengan formula KidProof Technology-nya noda sehari-hari bisa dibersihkan tanpa merusak lapisan cat. Kami tidak perlu mengecat berkali-kali, dan dinding ruang tamu dan kamar kami tetap bisa terlihat bersih dan cerah.


Demikian cerita dari Yogyakarta, terimakasih Apri..

Regards,
Okta JJ


                                                                                                                                                             

From: AskDulux.ID
Sent: Wednesday, April 23, 2014 9:47 AM

Subject: GRATIS paket pengecatan untuk kamar anak, Mudah kok. "Forgiveness is Easy"

 
Temans,


Kirimkan alasan mengapa anda berhak mendapatkan paket pengecatan Dulux EasyClean. Kirimkan cerita Anda ke askdulux.id@akzonobel.com



 


With my colorful regards,
Apriani
Customer Relationship Management (CRM) Officer

 


 

 

 

Selasa, 01 Juli 2014

Cintaku Untuk Kekasihku..


Cintaku yang sederhana..
Sesederhana sentuhan yang mungkin baginya tidak berarti apa-apa.
Tapi untukku begitu berharga.
Sesederhana senyuman yang untukku itu berarti satu bahagia.

Rasa ini tercipta atas keikhlasan jiwa.
Jiwa ini mencinta dengan kelembutan.
Jiwa ini mencinta dengan segenap raga.
Nalar ini merasai dengan hati.
Bersamamu aku dalam pelukan kehangatan.
Dan di sampingmu adalah jalanku.

Jalanku menikmati hidup.
Jalanku menghabiskan sisa waktuku.
Denganmu. Kekasihku..