Rabu, 26 Agustus 2015

;)


Wanita tercipta bukan untuk dimengerti,
tapi untuk dituruti..
#hehehehe..

Senin, 24 Agustus 2015

So Blessed


Bersyukur itu ternyata membuat hati nyaman…
menumbuhkan jiwa yang tenang…
Hingga hidup pun terasa jauh dari rintangan…

Bersyukur itu menjauhkan kita dari rasa kekurangan,
dan semakin mendekatkan kita dengan kebahagiaan.
Karena kita akan lebih fokus pada apa yang kita miliki daripada apa yang tidak kita miliki.
Karena jika kita selalu menginginkan semua yang belum dimiliki, maka sudah jelas kita akan semakin greedy…
Dan hidup pun tak tenang karena besarnya rasa iri..

Minggu, 23 Agustus 2015

So Grateful


Terimakasih atas semua usaha yang telah diberikan,
untuk selalu mengertiku..
memahami segala kealpaanku..
memaklumi tindakan sepele kekurang-tertibku..

Terimakasih untuk tidak pernah letih berbagi tugas di pagi hari,
saat harus menyiapkan sarapan dan menyiapkan anak-anak kita yang pintar dan lucu akan berangkat sekolah..

Terimakasih untuk tidak risih terjun ke dapur, berjibaku dengan wajan, ketel, dan panci saat aku tidak ada di rumah..
Dengan kesederhanaan yang kita miliki, aku belajar darimu untuk bisa menikmati dan tidak mengeluh..

Terimakasih untuk rasa humor yang tidak pernah kau lewatkan setiap harinya, yang membuat kami selalu terbahak-bahak bahkan sampai gegulingan karena lucunya..

Semua itu membawa warna tersendiri dalam kehidupanku..
Warna-warna ceria yang tak kusam di telan masa..

Tetaplah di sini, kekasihku..
Genggam erat tangan ini,
bersama kita melangkah menuju satu arah,
hingga nanti kita kembali bersama dalam tempat terindahNya..
Aaamiinn...

Sabtu, 22 Agustus 2015

To Live Is To Learn


Setiap hari bersama..
Tak pernah lepas dari yang namanya belajar.
Belajar saling memahami, belajar untuk
mengerti keinginan dan maksud dari arah pembicaraan..
Tak jarang kita saling melempar tanya karena ketidakmengertian maksud dari kata dan kalimat yang diucapkan, dan ketika akhirnya kita berdua mengerti, lepaslah tawa kita menyadari bahwa apa yang disampaikan dengan tidak jelas akan menimbulkan kesalahpahaman…
Tapi itu tetap menggelikan buatku, sayang..
Tetap memberi warna dalam perjalanan panjang kita.. <3

Jumat, 21 Agustus 2015

The Right Thing We're Supposed To Do


Orang yang BAHAGIA bukan karena Semuanya berjalan dengan benar dalam Kehidupannya ..
Dia BAHAGIA karena Sikapnya dalam menanggapi Segala sesuatu di Kehidupannya Benar ..

Kamis, 20 Agustus 2015

Menghargai


Bisa menasehati belum tentu bisa menjalani, bisa berkata belum tentu bisa berbuat, Bisa memberipun belum tentu bisa menerima. Berusaha menjadi bijak-pun belum tentu bisa diterima semua orang.
Hargai orang lain walaupun menurut penilaian atau pendapat anda, dia sama sekali tidak pantas untuk dihargai apa lagi dihormati. Biarkan Pencipta kita yang berhak untuk mengadilinya.

Rabu, 19 Agustus 2015

Love You, Kids..


Selama anak-anak sehat,
semua sehat dan tak kekurangan suatu apapun,
maka masalah-masalah lain menjadi tak berarti..

~SYTD#AsmaNadia

Minggu, 16 Agustus 2015

Kebaikan Setiap Ketetapan


Selalu ada kebaikan
dalam setiap ketetapan
Allah Sang Sutradara…

Maka temukanlah
sebanyak-banyaknya rahasia dibaliknya..

Sabtu, 15 Agustus 2015

Blaming


Nyalahin orang itu gampang.
Gampang banget malah. Belom lagi jika ditambah sedikit (ato malah banyak) bumbu-bumbu kebohongan segala macem. Bisa jadi makin sip, makin ’licin’ dan membuat orang lain yang mendengarnya mudah percaya dan mudah teperdaya.
Hal seperti itu kebanyakan dilakukan oleh orang egois, yang hanya memikirkan dirinya sendiri. Bisa jadi hal itu dilakukan untuk kepentingan banyak orang. Tapi banyak orang yang mana? Banyak orang yang sebenar-benarnya malah bersalah? Menutupi kesalahan diri sendiri? Kelompoknya sendiri?
Yaah, itu tadi.. nyalahin itu memang gampang. Semudah membalik telapak tangan. Modalnya satu, banyak alasan. Jadi misalnya ada orang lain yang membantah apa yang sudah dikatakannya, cari-cari alasan aja deh. Coba tuh, pungut di keranjang sampah. Sudah banyak orang lain, yang jauh dari egois, yang sudah menyadari bahwa mengakui kesalahan itu lebih mulia daripada tak bersalah #ehsalah, bahwa mengakui kesalahan itu lebih mulia daripada haruse selalu berargumen yang tanpa alasan dan mengada-ada…


Jumat, 14 Agustus 2015

Sabar Di Jalan Raya


Dalam perjalanan menuju ke kantor pagi tadi, belum juga ada setengah perjalanan, hati ini sudah dibuat berdebar-debar dan deg-degan ga menentu. Masih mending deg-degan ketemu mantan pacar #eh atau berdebar-debar karena mau dapet surprise. Boro-boro deh… *ngarep dikasi surprise* hehehe…
Hati yang berdebar tadi dipersembahkan oleh pelaku lalu lintas yang mungkin saja stok sabarnya menipis atau bahkan telah habis tercecer entah di mana. Sehingga ketika yang namanya sabar ini tidak berhasil dimunculkan maka yang terjadi adalah emosional yang tak tertahankan. Masih mending juga jika emosi ini dialami individu sorangan wae dan langsung meredam.
Lha kalo emosi ini malah melibatkan pihak lain untuk bersatu membentuk perselisihan adu mulut dan adu jotos..??
Akhirnya orang lain di sekitarnya juga yang mendapatkan durian runtuh imbas dari kegagalan mengendalikan emosi karena si sabar yang lagi jalan-jalan ke mana-mana itu.

Hanya karena disalip tidak mau, pengendara mobil berhenti dan melintang di depan pengendara motor, membuat pengemudi mobil di belakangnya terpaksa menginjak rem dengan mendadak. Yang model mendadak seperti ini sudah tentu membuat mobil di belakang-belakang-belakang-nya lagi juga kaget kelabakan. Motor pun hanya mampu berjalan tersendat.
Ketika melewati beberapa mobil, ketahuan juga ternyata dua pelaku tersebut sedang adu mulut dengan emosinya, sampai-sampai pengendara mobil turun dengan mengepalkan tangan, tidak peduli bahwa posisi mobilnya menghalangi beberapa mobil di belakangnya. Begitu tau pengemudi mobil turun, si motor langsung cari jalan, melesat ngebut meninggalkan si mobil. Mungkin, mungkiiin lho ya, karena merasa dilecehkan akhirnya si mobil pun segera masuk dan mulai ngebut kenceng mengejar si motor.
Mungkin, sekali lagi mungkiiinn, saking emosinya si mobil ini nyetirnya gila-gilaan dan ga karu-karuan. Duuh, miris banget ngelihatnya. Langsung deh jantung berontak dan berdegup tak karuan.
Semua motor, becak, sepeda yang ada di depannya diklakson kenceng-kenceng disuruh minggir. Padahal pagi itu pas jamnya berangkat sekolah. Kebayang ga sih para orangtua yang sedang nganterin anak-anaknya jadi kelabakan ketemu pelaku lalu lintas yang macam gini kelakukannya di jalan raya.

Iya sih kalo si mobil itu emang jago nyetir dan sudah ahli ngepot sana sini. Lha kalo ga jago?? Udah jelas membahayakan pengguna jalan yang lainnya kan. Orang yang lagi jalan santai beli lauk misalnya, bisa aja tetiba ketubruk dan kesenggol mobil ini.
Itu kalo yang nyetir ga jago. Lah kalopun jago sekalian, tetep membahayakan bener kan kalo nyetirnya bak seorang Frank Martin dalam sekuel Transporter (yang memang mencengangkan, mengasyikkan, dan ga bosen ditonton itu, apalagi memandang wajah Frank yang dingin-dingin menggemaskan pengen cubit pipinya itu) #eh #lospokus. Kembali ke topik!!
Keren sih, cepet sih, cekatan sih, tapi coba lihat apa yang ditinggalkan di belakangnya setelah dia berhasil ngebut dengan keren-cepat-cekatan itu??
Berantakan!! Entah kecelakaan yang dialami oleh pengguna jalan lainnya, entah kerusakan tanda-tanda lalu lintas, atau juga bangunan di tepi jalan yang porak poranda.
Jadiiiiii…
Yang menjadi pelajaran dari apa yang dialami suatu pagi dalam perjalanan ke kantor itu adalaahhhh…
Kita harus punya banyaaakk banget stok sabar. Kita harus gandeng yang namanya sabar ini, mendekap erat si sabar ini agar tetap tinggal di hati, menyejukkan jiwa, dan menjaga isi kepala.
Karena di jalan raya itu tidak hanya cukup bermodal hati-hati. Bisa jadi kita sudah berhati-hati tetapi orang lain yang tidak hati-hati. Yaahh, kalo udah begini mah ya banyak-banyak berdzikir dan berdoa jika di jalan raya. Keselamatan kita tidak pernah lepas dari campur tanganNya dan perlindunganNya yang dilimpahkan pada kita semua.



Tetap berhati-hati dan bersabar di jalan raya…

Kamis, 13 Agustus 2015

Manis Nastar


Membuat nastar bersama kakak,
manisnya saya ambil dari kenangan kita,
yang tak lekang dirajam masa…

Rabu, 12 Agustus 2015

Hikmah


Satu pagi, membaca share postingan seorang teman yang memberitakan bahwa ada satu keluarga, yang terdiri dari seorang ibu dan 4 orang anak yang masih kecil-kecil, terlunta-lunta di ibukota. Diberitakan bahwa mereka mencari masjid atau pondok pesantren untuk numpang beristirahat setelah kelelahan mencari sanak sodara yang juga tidak ketemu². Awalnya satu keluarga, bapak ibu dan 4 orang anak ini berencana pindahan dari Yogyakarta ke Bandung. Namun di tengah perjalanan terjadi selisih paham sehingga sang bapak tega meninggalkan ibu dan anak-anaknya, tanpa ponsel tanpa uang tanpa bekal makanan. Ibu dan anak ini akhirnya melanjutkan perjalanan yang entah bagaimana, menuju ke Jakarta dan mencari seorang kerabat yang bekerja di sebuah rumah sakit terkenal di sana. Namun mungkin karena lelah dan tidak kunjung menemukan rumah sakit tersebut, akhirnya si ibu dan anak-anaknya ini mencari masjid atau pondok pesantren sekedar menumpang menginap.
Yang membuat hati terasa tersentak, ibu tersebut adalah teman baik SMP, yang dulunya terkenal cantik, menarik, dan pandai bergaul. Benar-benar tidak mengira, ada teman yang saat sekarang ini kondisinya sungguh memprihatinkan.

Sungguh makhluk Allah yang selama ini mungkin kurang bersyukur. Bukan, bukannya tidak pernah bersyukur. Setiap hari, setiap pagi membuka mata, syukur selalu terpanjatkan atas hari baru untuk bisa dilewati. Bersyukur atas keadaan yang dimiliki sekarang ini yang mungkin harus digarisbawahi.
Bahwa di kala diri merasa kekurangan dan masih banyak keinginan yang belum juga terwujudkan, ternyata ada orang lain di sana, yang nota bene teman baik di masa lalu, yang hidupnya kini entah bagaimana. Dengan 4 anak yang masih kecil-kecil, tidak memiliki tempat tinggal, tidak ada bekal makanan, apalagi ponsel untuk berkomunikasi.

Lagi-lagi peristiwa itu mampu menampar hati yang terlena oleh dunia. Potret kehidupan yang jika digali lebih mendalam, masih banyak juga teman atau sebuah keluarga yang kurang beruntung dibanding dengan saya. Tidak ada yang bisa dilakukan ketika menyadari apa yang baru saja dihadapi, kecuali bersujud syukur.
Alhamdulillah, masih diberi kesempatan luas untuk berpenghasilan dan mensejahterakan keluarga.
Alhamdulillah, memiliki kekasih hati, imam yang taat dalam keluarga.

Sekali lagi,
Alhamdulillah…

Selasa, 11 Agustus 2015

Kehilangan

Yang namanya kehilangan,
akan tetap menyisakan kekecewaaan yang mendalam.
Sekecil apapun itu.


Menyesali kejadian tidak akan mengubah apapun.

Hanya mampu berjalan padaNya,
mengadu padaNya..
berharap ridhoNya..
Semoga apa yang Dia coba untukku kali ini,
disertai kekuatan untukku bersabar dan bertahan...

Senin, 10 Agustus 2015

Cerita Senja


Senja baru saja bercerita
tentang redup lembayung kemilau ..
Dan kamu...
yang (selalu) kuharapkan
menjadi gerimis di kegersangan rinduku…

Minggu, 09 Agustus 2015

Jodoh Takkan Kemana


Mungkin suamimu bukanlah pejabat yang bertahta..
Yang dihormati dan dipuja bawahannya,
Tapi mungkin dibalik kedudukannya yang biasa..
Ia mampu menjadi imam bagi keluarga,
Andai saja Allah menciptakan sebaliknya..
Mungkin belum tentu ia miliki derajat takwa,
Ah..... itulah mengapa Allah menikahkanmu dengannya


#readsomewhere

Sabtu, 08 Agustus 2015

Lingkar Yang Menghangatkan


Nyenyak tidurku semalaman,
dipersembahkan oleh selingkar tanganmu
yang menghangatkan tubuhku..
Terimakasih, sayang…

Jumat, 07 Agustus 2015

Menyejukkan Hati


Sedikit nyala terang pada binar matamu,
sanggup menghalau resahnya
hati yang sedang galau..
Cerah senyummu
mendamaikan hati
...dan menyejukkan jiwa...

Kamis, 06 Agustus 2015

Bait Lagu Kenangan


Sebait lagu sendu
yang tetiba terdengar …
melintas dan mengendap di pikiran…
Teringatku tentangmu kala itu…
Dan aku harus mengusap
rintik yang menitik
di sudut mataku…

Selasa, 04 Agustus 2015

Milad Kekasihku


Selamat merayakan hari lahir kekasih hatiku…
Telah habis kata-kata
untuk bisa menggambarkan
apa yang kurasa selama menjadi pendampingmu…

Semoga segala peluh
yang telah kau teteskan untuk kami,
istri dan anak-anakmu,
selalu bernilai ibadah di hadapanNya...
Semoga segala perhatian dan kasih sayang
yang kaucurahkan untuk kami,
istri dan anak-anakmu,
tidak akan lekang oleh waktu…
Mungkin engkau tak pandai berkata-kata,
apalagi merayu dengan untaian kata
dan romantisme karya sastra..
Tapi mungkin dengan cara itulah Allah menjaga lisanmu..
Menjauhkan kita dari fitnah dunia
yang tak halal bagi keluarga kecil kita…
Tetap jaga passionmu, kekasih hatiku..
Agar kita bisa meraih segala impian kita
dan mewujudkannya secara nyata..


I love you, to the moon and back…

Senin, 03 Agustus 2015

Quotes of Lebaran


Ramadhan…
bukan berarti
Ra Madhang…

Habis Lebaran…
Jangan sampai
Badan jadi
Lebar_an…

#Hehehe..intermezzo..

Sabtu, 01 Agustus 2015

JanjiNya

Al Quran 65:2-3
“… Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan selalu menyediakan jalan keluar (dari setiap masalah) baginya. Dan Allah akan selalu memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan selalu mencukupkan semua kebutuhannya..”