Satu pagi, membaca share postingan seorang
teman yang memberitakan bahwa ada satu keluarga, yang terdiri dari seorang ibu
dan 4 orang anak yang masih kecil-kecil, terlunta-lunta di ibukota. Diberitakan
bahwa mereka mencari masjid atau pondok pesantren untuk numpang beristirahat
setelah kelelahan mencari sanak sodara yang juga tidak ketemu². Awalnya satu
keluarga, bapak ibu dan 4 orang anak ini berencana pindahan dari Yogyakarta ke
Bandung. Namun di tengah perjalanan terjadi selisih paham sehingga sang bapak
tega meninggalkan ibu dan anak-anaknya, tanpa ponsel tanpa uang tanpa bekal
makanan. Ibu dan anak ini akhirnya melanjutkan perjalanan yang entah bagaimana,
menuju ke Jakarta dan mencari seorang kerabat yang bekerja di sebuah rumah
sakit terkenal di sana. Namun mungkin karena lelah dan tidak kunjung menemukan
rumah sakit tersebut, akhirnya si ibu dan anak-anaknya ini mencari masjid atau
pondok pesantren sekedar menumpang menginap.
Yang membuat hati terasa tersentak, ibu
tersebut adalah teman baik SMP, yang dulunya terkenal cantik, menarik, dan
pandai bergaul. Benar-benar tidak mengira, ada teman yang saat sekarang ini
kondisinya sungguh memprihatinkan.Sungguh makhluk Allah yang selama ini mungkin kurang bersyukur. Bukan, bukannya tidak pernah bersyukur. Setiap hari, setiap pagi membuka mata, syukur selalu terpanjatkan atas hari baru untuk bisa dilewati. Bersyukur atas keadaan yang dimiliki sekarang ini yang mungkin harus digarisbawahi.
Bahwa di kala diri merasa kekurangan dan masih banyak keinginan yang belum juga terwujudkan, ternyata ada orang lain di sana, yang nota bene teman baik di masa lalu, yang hidupnya kini entah bagaimana. Dengan 4 anak yang masih kecil-kecil, tidak memiliki tempat tinggal, tidak ada bekal makanan, apalagi ponsel untuk berkomunikasi.
Lagi-lagi peristiwa itu mampu menampar hati
yang terlena oleh dunia. Potret kehidupan yang jika digali lebih mendalam, masih banyak juga teman atau sebuah keluarga yang kurang beruntung dibanding dengan saya. Tidak ada yang bisa dilakukan ketika menyadari apa
yang baru saja dihadapi, kecuali bersujud syukur.
Alhamdulillah, masih diberi kesempatan luas
untuk berpenghasilan dan mensejahterakan keluarga.Alhamdulillah, memiliki kekasih hati, imam yang taat dalam keluarga.
Sekali lagi,
Alhamdulillah…
Alhamdulillah…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar