Sabtu, 28 Februari 2015

Jalan Panjang Itu..


Jalan panjang yang penuh liku dan mendaki itu masih di sana.
Dan aku tetap mengobarkan semangat dan kekuatanku,
untuk berjalan berjajar di sampingmu,
hingga mampu melewati semua itu dengan tabah,
dengan senyum, dan dengan cinta yang terus mendegup berderu..

 

Jumat, 27 Februari 2015

Pelukmu Untuk Tidurku

Sudahkah kau menyadari betapa hebatnya hangat pelukmu untuk tidurku..?

Hebat Pelukmu

Hangat pelukmu mengantarku tidur dengan pulas siang itu…
membuatku bermimpi indah
dan berhias selengkung senyum di bibir dalam tidurku - katamu.

Kamis, 26 Februari 2015

Lemas..

Ketika perbuatan yang (katanya) berganjar mulia itu dilakukan

dan berhadiah hardikan, wanita itu tertunduk lemas..

Rabu, 25 Februari 2015

Biar Lega

Mengapa kau tak berterusterang saja?
Biar aku lega dan bisa bebas mengungkap segala rasa..

Selasa, 24 Februari 2015

Life Nowadays


We’ve been all the way to the moon and back, but have trouble crossing the street to meet a new neighbor.
We’ve done larger things but not better things.

~George Carlin

Senin, 23 Februari 2015

Life #1


Life is not measured by the number of the breaths we take,
but by the moments that take our breath away.

Minggu, 22 Februari 2015

Menikmati Rinai


Selalu kau menyebutnya berkah alam,
Selalu kau mengajakku menikmati rinai yang rintik pada dahan dan dedaunan,

Ketika deras hujan dengan lebatnya bersentuhan dengan bumi,
saling berebutan,..

Sabtu, 21 Februari 2015

Satu Pelangi


Satu pelangi yang menjulang tinggi di sore ini,
melengkapi bahagiaku..
Yang  dipersembahkan oleh pelukan hangat
dan kasih serta kecup sayang yang melimpah darimu…
..kekasih hatiku..

Jumat, 20 Februari 2015

Sakit Hati vs Sakit Gigi


Lebih baik sakit gigi daripada sakit hati?
Tapi ternyata saat sakit hati masih bisa tidur dan masih bisa makan sesuka hati..

Saat sakit gigi?
Seenak apapun makanan tetap takkan bisa ternikmati..
Tidur pun takkan pernah benar-benar bermimpi…

Aku sakit gigi, sayang…

Hari Jadi


Tak perlu pesta mewah..
Tak perlu banyak hadiah…
Tak butuh dinner romantis di hari yang bergerimis,
Untuk merayakan hari jadi kau dan aku – menjadi kita -

Kamis, 19 Februari 2015

Bertaut Tiap Subuh


Saat tangan kita saling bertaut di setiap subuh,
saling tatap, saling kecup, dan dalam hangat peluk,
sesungguhnya kita sedang menunjukkan perasaan,
bahwa sebenarnya kita berdua takut kehilangan

Rabu, 18 Februari 2015

Teman Setiap Malam


Saya tak akan memintamu memetik bintang
dan menghadiahkan bulan untukku,
Cukup temani saya saja berbaring
di bawah sinarnya setiap malam –selamanya–

Selasa, 17 Februari 2015

Menunggu.. #2


Dan menunggu,
sepertinya sudah menjadi hobi baruku.
Dan aku akan tetap menikmatinya,
menghitung setiap detik, setiap menit,
hingga setiap warsa,
hingga bersamamu kuraih bahagia.

Menunggu.. #1


Menunggu memang bukan hal yang menyenangkan dari mencintaimu,
namun semoga itu yang akan membuatmu kembali duduk bersamaku
seperti senja itu…

Senin, 16 Februari 2015

Bayang Melintas..


Sepintas bayangmu melintas,
seketika mampu menghadirkan senyum di wajahku..
Benarkah kau sedang mengingatku juga?

Minggu, 15 Februari 2015

Keras Kepala


Udah jelas salah, dikasi pengertian malah banyak alasan.
Yang kayak begini biasanya dia malah jadinya marah-marah nih.

Banyak Alasan

..keegoisan selalu diikuti oleh banyak alasan...

e.g.o.i.s


Selalu menuntut orang lain untuk menuruti kemauannya
tanpa dia sendiri peduli dan mengerti keinginan orang lain.
Apakah yang seperti ini harus diperjuangkan???

Sabtu, 14 Februari 2015

Hujan Tak Bertuan


Segelas hangat kerinduan..
menemaniku menikmati hujan yang tak bertuan..

Jumat, 13 Februari 2015

Semakin Terpikat


Tiba-tiba kamu datang..
membawa sebatang coklat..
Dan mengajakku makan siang.

Kejutanmu selalu membuatku semakin terpikat..

Kamis, 12 Februari 2015

Menentramkan Hati

Hujan deras siang ini menggenapi kebahagiaanku.
Semoga tetes-tetes deras yang turun menggenangi hari
membawa manfaat dan menentramkan hati penduduk bumi..


Rabu, 11 Februari 2015

Tertib, Yuk..!


Mungkin tulisan berikut ini terlalu naif. Atau mungkin terlalu idealis. Yang jelas ada keinginan terpendam dari penulis untuk hidup dengan nikmat dan nyaman seperti halnya yang terjadi di beberapa negara lain, di mana hidup bisa dengan lebih aman dan suasananya sungguh nyaman.

Melihat kondisi lalu lintas akhir-akhir ini, terutama di kota saya, benar-benar sangat ruwet. Di mana-mana jalanan semakin padat oleh kendaraan bermotor yang jumlahnya sungguh mengalami peningkatan yang pesat dari tahun ke tahun. Bagaimana tidak pesat jika syarat kepemilikan sepeda motor saja sekarang makin tahun makin mudah dan ringan.

Bayangkan saja jika yang sebelumnya DP untuk ambil motor bisa mencapai 4-5juta, sekarang ini hanya dengan 600ribu sudah bisa dapat motor baru (eh bahkan tempo hari saya dapat brosur dari dealer gitu kalo DPnya hanya  400ribu!!!)
Gimana masyarakat ga ngiler coba hanya dengan uang segitu udah bisa nenteng pulang motor baru yang kinclong menclong belum berdebu. Asal nantinya mereka tidak keblinger aja dengan beban angsuran yang jelas lebih besar dan lebih lama jika dibanding beli motor dengan DP hingga 4-5juta tadi.

Namun kemampuan masyarakat untuk memiliki motor ini rupanya tidak diimbangi dengan pengetahuan yang benar mengenai tata tertib lalu lintas dan pemahaman untuk mematuhi rambu-rambu yang terpasang di jalan. Banyak sekali, sekarang ini, masyarakat yang jika berkendara cenderung egois dan hanya memikirkan diri sendiri. Rambu lalu lintas yang telah dipasang sebagai alat pengatur para pengendara, baik roda dua atau lebih, banyak yang tidak menggubrisnya. Jangankan rambu yang di pinggir jalan, traffic light yang sebagian berada di tengah jalan aja sering banget tidak diindahkan.

Heran deh, sudah jadi pengetahuan umum jika lampu menyala merah artinya berhenti. Sejak kecil pun kita juga sudah diajarkan jika lampu menyala merah berarti kita harus berhenti di tempat yang telah disediakan, biasanya akan tampak marka jalan dan batasannya. Tapi yang saya amati beberapa bulan belakangan ini semakin banyak orang-orang yang melanggar lampu merah. Dan yang melanggarnya pun bukan hanya pemuda, tapi juga pemudi, ibu-ibu, bapak-bapak, om-om, tante-tante, kakek-kakek, nenek-nenek. Komplit banget dah. Eehh bahkan anak-anak seumuran 12-15tahunan gitu juga banyak yang melanggar lho. Haduuhh..sepertinya kok semakin banyak orang yang tidak mengindahkan etika di jalan raya.

Misal nih, lampu sedang menyala merah. Semestinya kita menunggu hingga lampu berganti hijau baru kemudian kita mendapat kesempatan untuk melaju. Tapi pada kenyataannya, sekarang ini banyak yang tidak sabaran. Sekiranya jalan agak sepi, walopun belum jatahnya jalan, udah pada banyak yang langsung tancap gas. Padahal menurut detikan yang terpasang di atas lampu, jatah hijaunya masih ada sekitar 30detik lagi. Disuruh nunggu ga sampe semeniiittt aja udah ga sabar. Lah itu kalo selamat, kalo tetiba ada motor yang datang dari arah yang berlawanan dan memang pas jatahnya dia dapat lampu hijau dan braakkk!! Yang rugi sapa coba? Nanggung kerugian kok ngajak2. Rugi waktu, karena jadi terlambat tiba di tujuan, rugi tenaga karena pasti badan ada yang memar dan kesakitan yang diderita, rugi uang karena harus mengganti kerusakan yang dialami. Tidak memikirkan kepentingan orang lain, hanya memburu nafsu sendiri untuk cepet-cepet tiba di tujuan.

Ada juga yang sok sabar, masih mau nunggu giliran jalan. Tapi begitu detikan nunjukin di angka 4, udah banyak juga pemotor yang ngacirrr. Atau kalo bukan pemotor, yang naik mobil pun udah ribut dengan klaksonnya. Ampuunn deh. Nunggu 4detik gitu apa susahnya sih? Apa kalo 4detik itu belum juga jalan, si pengendara mobil trus jadi telat gitu ke kantornya?? Ya sapa suruh situ berangkat telat. Bangun lebih pagi kek, biar ga buru-buru di jalan… *jadi emosi nih* Hehehee…

Jika mental masyarakat kita di jalan raya hanya sampai sebatas mementingkan diri sendiri seperti itu, mana mungkin bisa mewujudkan kenyamanan berlalu lintas di negeri sendiri. Jadi rasa-rasanya wajar saja kan kita merasa iri saat melihat betapa teraturnya kehidupan di negara-negara yang lebih maju itu. Betapa mereka dengan patuhnya berkendara di jalanan dan kondisi lalu lintas pun tidak semrawut.

Alangkah lebih baik lagi jika semua aturan yang sudah disepakati itu kita patuhi dengan kesadaran masing-masing. Semua memang harus diawali dari diri sendiri. Semoga jika masing-masing menyadari betapa pentingnya menjaga etika berlalu lintas ketertiban dan keteraturan berkendara di jalan raya bisa kita nikmati, suatu hari ini.
Yuk!

Selasa, 10 Februari 2015

Sebaris Doa

Tuhan,
sematkan semangat di hatinya pagi ini
dan beri segala kemudahan
untuk menghadapi hari ini dan seterusnya..

Senin, 09 Februari 2015

Surprise


Mendapat kejutan dari yang tersayang,
Yang dirasa memang tiada duanya..
Terimakasih ya sayang…

Minggu, 08 Februari 2015

Ajaibnya Pelukmu

Pasti engkau sering bertanya-tanya,
mengapa aku selalu ingin dipeluk?
Karena dalam pelukanmu sayang,
aku merasa nyaman.
Merasa terlindungi.
Dan kehangatanmu yang menjalar ke tubuhku
membuatku terbuai.

Sabtu, 07 Februari 2015

Jumat, 06 Februari 2015

Jatuh Cinta (lagi)

..jika saya jatuh cinta lagi, Tuhan,
izinkan saya jatuh cinta lagi pada orang yang sama...

Kamis, 05 Februari 2015

Festival Di Kepala


Aku kira akan tenggelam dalam senyap
ketika sapa tak jua tiba..
Namun ternyata, ini terlalu riuh,
rindu membuat festival di kepala

Aku sakit kepala sayang

Senang Membuncah


Ketika menjalani pemeriksaan EKG
beberapa hari yang lalu,
Sungguh aku berjuang sekuat tenaga,
agar aku tetap tenang,
Karena saat itu senangku masih membuncah,
mengingat kita yang semalaman..

Rabu, 04 Februari 2015

Dikatakan.. Dibuktikan.. #3


Untuk menggenapi rasa yang tlah ada..
Untuk membuat segala cinta membulat indah..
Untuk meyakinkan bahwa kita diciptakan
memang untuk bersama..

Itu yang aku ingin engkau mengatakan
pun membuktikan..


Selasa, 03 Februari 2015

Dikatakan... Dibuktikan... #2


Dan bagiku..
Dikatakan dan dibuktikan itu harus..
Karena wanita sangat senang dimanja..
Karena wanita ingin dimengerti..
Dan aku bahagia bisa mencintai dan dicintai.


Rintik Hujan

terkadang, aku ingin menjadi rintik hujan,
yang jatuh berguguran namun tak pernah sendirian

Senin, 02 Februari 2015

Sebait Do'a


Tuhan Yang Maha Pengasih,
sehatkanlah tubuhnya, jiwa dan raganya,
anugerahkanlah dia dengan kebaikan,
selalulah segala kemudahan berlimpah untuknya,
rangkullah dia selalu dalam kasih dan sayangMu,
dan boleh kan kutitipkan sebaris do’a dariku untuknya?
`ulurkan cintaku untuknya, selamanya`

Minggu, 01 Februari 2015

Skenario Indah


mencintaimu...
adalah skenario Tuhan yang paling indah..

Dibaca Mata


…karena hatiku tak pernah mampu bicara,
ia hanya sanggup berkata2
yang hanya mampu dibaca oleh mata..