Sudah sekitar semingguan ini benak saya dibuat
bertanya-tanya dan takjub plus aneh aja melihat sebuah benda yang teronggok, terparkir
manis dan cukup menyolok mata di pintu masuk perumahan saya. Sebagai gambaran,
pintu masuk perumahan saya itu ada di tengah-tengah area persawahan. Kanan kiri
depan belakang perumahan saya ini memang sawah. Maklum jika akhirnya banyak
yang menjuluki perumahan kami ini sebuah perumahan mewah, mepet sawah. Hehehe…
terdengar cukup keren kan..
Namun pertanyaan, ketakjuban, dan keanehan yang saya
rasakan itu juga tak kunjung mendapat jawaban dan penjelasan yang memuaskan
saat saya ceritakan pada kekasih hati saya di rumah. Bahkan jawaban yang
diberikan kekasih hati malah mengambang dan tak juga membuat saya tenang.
Katanya benda itu kemungkinan milik warga yang tinggal di pojokan, yang selama
beberapa bulan terakhir ini terlihat menggunakan dan memiliki mobil yang
berbeda-beda dan termasuk dalam mobil-mobil yang tidak biasa.
Rasanya aneh aja di tengah-tengah keluguan lingkungan
sekitar kami tiba-tiba teronggok sebuah Ferrari. Ya, FER-RA-RI. Warna merah menyalanya sungguh membuat mata langsung
melihat dan susah untuk mengalihkan pandangan mata. Mau ga mau pasti melihat. Yaah,
gimana ga akan melihat coba jika keluar masuk perumahan kita harus melewatinya.
Tapi kalo kita terus-terusan memandangi, bisa-bisa kita nabrak portal perumahan
deh, hehehe…
Dan akhirnya seminggu kemudian saya dapat info dari
kekasih hati bahwa Ferrari itu kepunyaan petani pemilik sawah yang rumahnya
terletak di sebelah utara perumahan kami. Karena jalan menuju rumahnya hanya
cukup dilewati sepeda motor, jadilah Ferrari merah menyala tersebut di parkir
di dekat jalan masuk perumahan.
Waahh.. hebat bener ya, seorang petani di lingkungan yang
masih lugu seperti ini mampu memiliki sebuah kendaraan mewah, Ferrari.
Saya langsung berpikir, pasti mereka adalah petani yang
ulet, yang menabung sedikit demi sedikit untuk bisa mewujudkan impiannya,
memiliki sebuah mobil mewah Ferrari. Mereka bekerja tak kenal lelah, saat panas
terik tak henti membajak sawah. Bangun subuh langsung turun sawah menyemai
benih tak peduli peluh di tubuh. Menjaga helai demi helai daun dan bulir padi
hingga tertunduk berisi penuh. Saya yang bekerja duduk seharian berangkat pagi
pulang malam saja kok rasanya tidak mungkin untuk bisa menggapai mobil mewah
tersebut.
Eh tapi kalopun mampu dan bisa, kayaknya saya juga tidak
akan memilih mobil tersebut untuk dijadikan sarana transportasi keluarga. Rasanya
kurang pantas saja, hidup di lingkungan yang masih lugu memiliki barang super
mewah seperti itu. Lagipula rasanya mubazir saja jika punya mobil dengan
kelebihannya bisa melaju kencang, tapi jalanan yang biasa saya lalui penuh
dengan kemacetan. Saya tidak bakal bisa memanfaatkan kelebihannya, kan..
*halaah bilang aja ga punya duit buat beli Ferrari,
hehehe..
Terlepas dari itu semua, saya sih ikut merasa senang-senang
saja jika ada seorang petani di daerah kami ini yang mampu memiliki sebuah
Ferrari. Bisa jadi Ferrari yang teronggok di depan pintu masuk perumahan kami
ini menjadi pemicu semangat warga perumahan untuk tambah giat bekerja.
Postingan kali ini rasanya kok naif dan ga penting banget
untuk di bahas ya. Gak papa deh, yang penting curhat bisa diungkapkan dalam
blog dan postingan blog saya bisa bertambah lagi #eaaa