Jumat, 05 September 2014

Berujung Rindu


Subuh menjelang.

Telah tiba saatnya sang malam beranjak perlahan ke tepian Barat. Ufuk Timur mulai memancarkan cahaya yang tampak malu-malu menyibak kelam. Fajar hadir diiringi dinginnya udara pagi yang lembut mengusap kulit tubuhku.

Ya, sisa-sisa hujan kemarin sore masih terasa di subuh menyambut pagi ini.

Segar terasa. Hujan yang turun membasahi bumi selalu membekas dan mengusik pojok hati yang penuh dengan memori masa lalu. Kenangan yang kemudian menari-nari indah di pelupuk mata. Menguasai jiwa.

Aroma segar udara yang berbaur dengan rintik hujan ini membuatku sering terpaku, Satu per satu bayangan masa lalu kembali bermunculan, mengulik berbagai macam rasa yang hadir karenanya. Ada bahagia dan ceria, sedih dan perih, sendu dan syahdu, canda dan tawa.

Dan entah mengapa.. semua kenangan yang kembali hadir itu berujung pada satu kata tentang kamu : rindu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar