Rabu, 12 Februari 2014

Ketika Aku Mendengar Suara itu...

Di tengah-tengah asyiknya translate sekian ribu kalimat, melototin angka-angka yang sepertinya makin lama makin kecil ukurannya, dan juga di antara dinginnya ruangan, tiba-tiba henpon itu bergetar. Berdering.
 
Kulirik id caller-nya.
 
Hmm, satu nama yang selama ini kurindukan. Hati langsung terasa nyaman. Hangat. Tanpa babibu dan tanpa menunggu lebih lama lagi, aku langsung mengangkatnya. Langsung menyapanya.
 
Ketika aku mendengar suara itu..
 
Ada getar yang kurasakan. Getar itu menjalar, menyusup ke sanubari. Betapa besar cinta yang telah diberikan. Betapa tulus semua itu tercurahkan. Entahlah, apakah aku mampu untuk membalas semua itu. Apakah aku mampu untuk memberikan apa yang kauharapkan dariku.
 
Ketika aku mendengar suara itu..
 
Ingatanku melayang ke beberapa waktu yang lalu. Ke masa yang telah silam. Murni kau mendekapku. Penuh kasih kau membimbingku. Memperhatikanku. Dan akupun tak mau jauh-jauh darimu.
 
Ketika aku mendengar suara itu..
 
Jiwa ini merasakan teduhnya tatapanmu. Relung ini mengingatkan bahwa hingga saat inipun kau tidak berubah. Masih sama seperti dahulu. Saat-saat bersama. Kebersamaan yang tidak bisa sesering keinginan kita.
 
Ketika aku mendengar suara itu..
 
Akupun mendengar Kitaro memainkan KOI-nya. Satu lagu yang bener-bener membuatku selalu mengingatmu. Mengenang satu hari saat kita melewatkan waktu bersama. Waktu yang berkualitas, yang membuat kita lebih saling mengerti.
 
Ketika aku mendengar suara itu..
 
Satu yang selalu aku ingin sampaikan, bahwa aku merindukanmu.
 
I love you, Mom..^^