Bicara tentang mimpi yang dialami saat sedang tertidur itu seperti
membahas sesuatu yang tak habis-habis walaupun sering terdengar alasannya tidak
logis.
Sekarang bagaimana mau dibilang logis, jika suasana dalam mimpi tersebut jika dicerminkan dalam kehidupan nyata jelas-jelas berbeda?
Sekarang bagaimana mau dibilang logis, jika suasana dalam mimpi tersebut jika dicerminkan dalam kehidupan nyata jelas-jelas berbeda?
Mimpi adalah bunga tidur.
Layaknya sekuntum bunga yang menghiasi sebuah taman rumah kita, mimpi bagaikan penghias dari tidur dan istirahat kita dari lelah yang menghinggap raga.
Layaknya sekuntum bunga yang menghiasi sebuah taman rumah kita, mimpi bagaikan penghias dari tidur dan istirahat kita dari lelah yang menghinggap raga.
Dan memimpikan seseorang??
Kadang saat kita rindu dan memikirkan tentang seseorang, dia hadir dalam
mimpi kita. Kadang saat berkumpul dengan teman dan membicarakan seseorang,
tiba-tiba dia muncul sebagai bunga tidur. Namun tak jarang pula kita bermimpi
tentang seseorang yang kita sebelumnya sama sekali tidak memikirkan bahkan
membayangkannya pun tidak.
Dari beberapa kali berselancar di internet, ditemukan ada yang bilang, jika
kita memimpikan seseorang dan kita sedang tidak memikirkan dia, maka artinya
orang yang hadir dalam mimpi kita itulah yang sedang memikirkan kita.
Belum tentu kita yang sedang merindukan dia, tapi besar kemungkinan orang
dalam mimpi itulah yang merindukan kita.
Tapi akankah benar begitu? Entahlah..
Konon hal itu terjadi karena ada semacam koneksi antara kita dengan orang yang menjadi pemeran utama dalam mimpi tersebut.
* bole percaya dan jangan ga percaya lho.. #eh
Konon hal itu terjadi karena ada semacam koneksi antara kita dengan orang yang menjadi pemeran utama dalam mimpi tersebut.
* bole percaya dan jangan ga percaya lho.. #eh
Namun menurut opini abal-abal yang di tulis di sini, yang menjadi inti
masalah bukan karena kita yang sedang memikirkannya kemudian kita
memimpikannya, tapi justru karena seseorang yang tiba-tiba hadir dalam mimpi, kita
jadi memikirkan orang itu.
Dampak inilah yang akhirnya terkesan ”memaksa” kita untuk jadi memikirkan seseorang yang melintas dalam mimpi. Terbangun dari mimpi jadi tiba-tiba rindu, jadi melow, atau bahkan bisa-bisa kita mengais-ais kenangan yang telah lama terkubur dalam-dalam.
Dampak inilah yang akhirnya terkesan ”memaksa” kita untuk jadi memikirkan seseorang yang melintas dalam mimpi. Terbangun dari mimpi jadi tiba-tiba rindu, jadi melow, atau bahkan bisa-bisa kita mengais-ais kenangan yang telah lama terkubur dalam-dalam.
Adakah di antara pembaca pernah mengalami hal seperti ini…??

Tidak ada komentar:
Posting Komentar