Angin
dingin yang mengalir semilir di lantai roof-top
ini mengiringi pertemuan kita yang ke-5 kalinya. Bulan sabit bersinar temaram bersama
bintang gemintang di malam yang kelam seakan ikut terdiam menyaksikan kita yang
sedang duduk berhadapan, bergenggaman tangan. Kebisuan yang menyelimuti
pertemuan kita di malam itu tak juga bergeming. Bahkan di saat hingar bingar live music yang menemani makan malam ini
meraung seakan tak berkesudahan. Tetap kita bertahan berdiam. Tak ada cerita
yang mengalir dari bibir yang sudah lama kurindukan.
Hanya
mata kita yang terus bertatap. Hanya mata kita yang seru bercakap. Sekian purnama
tak pernah saling bertemu, biarlah mata kita yang saling bercumbu. Meluapkan rasa
dalam dada yang penuh dengan sebuncah rindu. Melihat inci demi inci setiap garis
wajahmu, mampu menghapus hari-hari yang berlalu dalam pilu. Sorot matamu yang
teduh itu penuh dengan kesejukan, menadah siap berbagi setiap peluh dan ragam
keluhan. Lewat mata inilah kita saling percaya, bahwa apa yang kita rasa tak
bisa tertutup dengan dusta. Biarkan mata yang saling berbicara, melaluinya lah
masing-masing kami tidak bisa mengingkari janji, karena mata adalah sebuah anatomi,
yang mampu menembus jendela hati.
#SehariMenuliSatu
#Day15 @swaragamafm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar