Selasa, 26 Agustus 2014

Lukisan Jendela Kereta..



Sinar mentari menyeruak menembus dedaunan..
Di tangkai pohon kamboja berwarna merah..
Menerobos dahan pohon palem..
Dan percik cahaya itupun memancar memantul dan membias jendela kereta Sancaka..
Nyaring suara peluit menggugah lamunan
Memberi tanda bahwa kereta sebentar lagi akan diberangkatkan.. Perlahan roda ular besi panjang ini bergerak...
Melaju..
Melintasi sawah luas hijau yang menyejukkan pandang mata.. Sawah yang menguning siap dipanen, bamyak dihinggapi burung-burung kecil yang telah menahan rasa lapar sejak semalam.
Aku terduduk kedinginan di sudut gerbong kereta ini.
Basa basi yang terlontar dari penumpang yang duduk di sebelah tak ku gubris.
Aku lebih memilih memandang jauh ke luar jendela kereta, Menikmati lukisan alam anugrah Yang Maha Kuasa..
Ya, menikmati perjalanan kereta ini mengingatkan semua kenangan masa kecil..
Saat-saat aku sering bepergian menghabiskan hari liburku utk pulang ke Bandung dan Cirebon.
Saat itu aku takjub dengan pemandangan alam yang disuguhkan selama dlm perjalanan.
Dan sekaran ini saat, sekian puluh tahun kemudian aku kembali menikmati nyamannya bepergian dengan kereta api, aku masih saja dibuat takjub dengan pemandangan alam ciptaan Yang Maha Esa.
Betapa indah lukisanNya..
Betapa agung kuasaNya..
Terik panas yang membayang pada dedaunan tidak menyurutkan keindahan yang alam yang kunikmati ini.
Bahkan udara beraroma dedaunan dan terik matahari semakin menambah syahdu lukisan ciptaanNya.
Aku tergugu. Terdiam.
Aku merasa kecil di hadapan ciptaanMu ini ya Allah..
Sungguh agung segala anugrahMu.
Membuatku semakin tunduk akan perintahMu..
Membuatku semakin bersyukur telah Kau limpahkan kami dengan segala rahmatMu yang tak terkira ini…


Tidak ada komentar:

Posting Komentar