Jumat, 10 Oktober 2014

Selamat Jalan, Devi..



Akhirnya tiba juga saat itu.
Saat harus ikhlas melepasnya pergi, saatnya terbebas dari rasa sakit yang mendera,
saat jiwa berpisah dari raga untuk bertemu Rabbnya.

Perjuanganmu tak sia-sia, sahabat.
kamu telah berhasil memperpanjang umurmu hingga sekian bulan.
Kamu berhasil memegang teguh prinsipmu hingga akhir hayat.
Kamu memang hebat.

Ketegaran dan kesabaranmu selama ini sungguh luar biasa.
Kamu berhasil memberikan pelatihan bagi sahabat-sahabatmu, terutama keluarga dan saudara-saudaramu, untuk bisa mempunyai rasa ikhlas tahap demi tahap, sejumput demi sejumput, hingga saatmu tiba di malam itu.

Dan akhirnya di saat kami harus melepasmu pergi, kami telah menyiapkan batin dan jiwa kami untuk tegar menghadapi hari terakhirmu. Saat aku membaca pesan darimu di suatu subuh, aku telah berada pada keadaan yang sedikit lebih baik dibanding saat aku mendengar vonis penyakitmu, sebulan yang lalu.


Aku tergugu. Aku termangu, mengingat bahwa mulai sekarang sudah tidak ada lagi kamu tempat untuk bermain dan sekedar bercerita. Hingga aku sadar bahwa inilah jalan terbaik yang telah Dia tetapkan untukmu.
Agar kau terbebas dari rasa sakitmu.
Bahwa Dia telah membangun istana terbaik untukmu di surga nanti.
Perjuanganmu menyisakan semangat bagi kami untuk lebih menghargai kehidupan ini.
Semua tidak ada yang abadi. Setiap yang dimiliki pasti akan pergi.
Semoga tidak akan ada kesedihan lagi jika kita rela untuk melepaskannya..

Selamat jalan sahabatku, Devi..
Doaku untukmu, semoga khusnul khotimah..
Aamiin yaa rabbal ‘alamiin..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar