Jarak
dalam hitungan angka yang membentang di antara kami tidak membuat sayang dan
kasihku untuknya luruh. Jarak ini pula yang justru membuatku merasakan betapa berharga
& berartinya waktu yang bergulir, di saat kami mempunyai kesempatan untuk
bertemu. Satu yang pasti, ketika tiba saatnya kami harus berpisah, aku tak
kuasa untuk membendung air mata yang tetiba saja sudah menggenang di mata ini. Kami
memang hidup terpisah, sejak aku berumur 6bulan. Beliau berangkat merantau ke
kota lain, memenuhi apa yang menjadi tanggungjawabnya sebagai kepala
rumahtangga. Jarak yang memisahkan kami tidak pula menyurutkan perhatian dan
tanggungjawabnya sebagai seorang Bapak. Mendengar petuahnya sungguh menyejukkan
hati. Melihat bijaksananya beliau terhadap polah tingkah anak-anaknya, sungguh
menentramkan sanubari. Betapa sederhananya Bapak, dengan pengalaman hidup dan
pengetahuannya, beliau selalu bisa menemukan solusi dan menyelesaikan persoalan
dengan mudahnya.
Yaa
Allah..yaa Rahman.. yaa Rahiim..
Lindungilah selalu Bapak di sana ya Allah.. panjangkanlah umurnya, sehatkanlah jiwa raganya.. Agar kami selalu dapat berkumpul bersama dalam tawa dan bahagia. Limpahkanlah anugrahMu yaa Allah.. berkahilah selalu dan bukalah pintu rahmatMu untuknya. Aamiin..
Aku selalu sayang Bapak…^^
Lindungilah selalu Bapak di sana ya Allah.. panjangkanlah umurnya, sehatkanlah jiwa raganya.. Agar kami selalu dapat berkumpul bersama dalam tawa dan bahagia. Limpahkanlah anugrahMu yaa Allah.. berkahilah selalu dan bukalah pintu rahmatMu untuknya. Aamiin..
Aku selalu sayang Bapak…^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar