Selasa, 28 Oktober 2014

Selalu Kutunggu: Angin



Angin siang yang tetiba bertiup kencang dan melewatiku barusan, apakah satu pertanda hembusannya tertitip rindu yang coba kau kirimkan untukku?
Benarkah masih ada rindu dalam hatimu di sana untuk belahan jiwamu?
Tapi mengapa aku tidak merasakan kesejukan rindumu?
Mengapa hanya hangat panas yang terasa olehku?

Ohh, aku tau.
Aku tidak akan pernah merasakan kesejukan yang dibawa oleh hembusan angin yang melewatiku barusan. Karena engkau tidak sedang menitipkan rindu pada angin untukku, tapi engkau mengirimkan pelukan hangat dan ciuman panas, sebagai teman dalam tidur malamku yang pulas.
Terimakasih, angin…

 
#SehariMenuliSatu #Day7 @swaragamafm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar