Angin
siang yang tetiba bertiup kencang dan melewatiku barusan, apakah satu pertanda
hembusannya tertitip rindu yang coba kau kirimkan untukku?
Benarkah masih ada rindu dalam hatimu di sana untuk belahan jiwamu?
Tapi mengapa aku tidak merasakan kesejukan rindumu?
Mengapa hanya hangat panas yang terasa olehku?
Benarkah masih ada rindu dalam hatimu di sana untuk belahan jiwamu?
Tapi mengapa aku tidak merasakan kesejukan rindumu?
Mengapa hanya hangat panas yang terasa olehku?
Ohh,
aku tau.
Aku tidak akan pernah merasakan kesejukan yang dibawa oleh hembusan angin yang melewatiku barusan. Karena engkau tidak sedang menitipkan rindu pada angin untukku, tapi engkau mengirimkan pelukan hangat dan ciuman panas, sebagai teman dalam tidur malamku yang pulas.
Terimakasih, angin…
Aku tidak akan pernah merasakan kesejukan yang dibawa oleh hembusan angin yang melewatiku barusan. Karena engkau tidak sedang menitipkan rindu pada angin untukku, tapi engkau mengirimkan pelukan hangat dan ciuman panas, sebagai teman dalam tidur malamku yang pulas.
Terimakasih, angin…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar