Ya, Asian Games!
Di
saat-saat beberapa pertandingan olahraga itu berlangsung, mengingatkan saya
pada masa-masa kecil saya menikmati berbagai macam cabang olahraga yang
disiarkan oleh tv nasional kita tercinta, TVRI.
Saya menikmatinya bersama mbah Kung dan
mbah Ti. Beliau sangat menikmati persaingan yang terjadi saat moment-moment
pertandingan itu dilaksanakan. Katakanlah pertandingan renang. Kami sudah tentu
berlomba-lomba mencari tau lintasan di mana atlit renang Indonesia berada. Jika
berada di tengah, kami sudah semangat sekali menontonnya, berseru dan bersorak,
seolah-olah kami turut berada di pinggir kolam tersebut menjadi supporter.
Belum lagi jika pertandingan yang disiarkan adalah senam dan renang ritmis yang
tak bosan-bosannya mata memperhatikan tarian-tarian dinamis dan tubuh-tubuh
lentur itu bergerak. Indaahh banget.
Pesta
olahraga negara-negara se-Asia yang ke-17 kali ini ini diadakan di Incheon,
Korea Selatan, yang berlangsung sejak tanggal 18 September hingga 4 Oktober
2014. Di ajang inilah para atlit se-Asia berlomba-lomba mendapatkan medali
emas, perak, dan perunggu, di mana jumlah medali yang diperoleh tersebut
menaikkan prestise suatu negara.
Tidak jarang pula ad atlit yang berbuat curang dengan menggunakan doping, agar
stamina kuat dan bisa menjadi juara merebut medali emas. Namun jika ketauan, bukan
hanya medali yang telah direbut dikembalikan, tetapi juga mempermalukan
negaranya.
Yah sudah
semestinya kita harus fair dan jujur (eh, sama juga kali ya..hehehe) dalam
suatu kompetisi. Berbuat curang sama saja mempertaruhkan kehormatan bangsa di
mata dunia.
Untuk event
Asian Games ke-17 kali ini saya belum pernah sebentar pun menonton berbagai
olahraga yang dipertandingkan. Sepertinya jadwal ulasan-ulasan pertandingannya
pun tidak sesuai dengan jadwal wanita pekerja seperti saya ini. Kangen sebenarnya
ingin melihat kembali bagaimana para atlit berjuang mati-matian membela
negaranya. Bisa lho,
kita yang nonton gini tertularkan rasa nasionalis dari aura yang terpancar pada
diri atlitnya. Rasanya kok
ikut sedih jika kalah dan tidak mendapat medali emas.
Namun prestasi
Indonesia sekarang ini sudah jauh menurun dibandingkan 10—15 tahun sebelumnya. Entah
atlit kita yang kurang diperhatikan oleh Pemerintah atau atlit negara lain yang
prestasinya meningkat drastis. Pada saat itu Indonesia masih bisa berada di
peringkat 3-5 besar. Namun sekarang ini rasanya sulit sekali untuk bisa menembus 5 besar.
Yah,
mudah-mudahan di masa pemerintahan yang baru ini lebih memperhatikan bidang
olahraga agar kita bisa bersanding lebih kuat kembali dengan negara-negara Asia
lainnya.
Aku tetap
bangga dengan Indonesia-ku!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar