Jumat, 03 Oktober 2014

17th Asian Games - INCHEON 2014


 
 
 
 


Ya, Asian Games!


Di saat-saat beberapa pertandingan olahraga itu berlangsung, mengingatkan saya pada masa-masa kecil saya menikmati berbagai macam cabang olahraga yang disiarkan oleh tv nasional kita tercinta, TVRI.


Saya menikmatinya bersama mbah Kung dan mbah Ti. Beliau sangat menikmati persaingan yang terjadi saat moment-moment pertandingan itu dilaksanakan. Katakanlah pertandingan renang. Kami sudah tentu berlomba-lomba mencari tau lintasan di mana atlit renang Indonesia berada. Jika berada di tengah, kami sudah semangat sekali menontonnya, berseru dan bersorak, seolah-olah kami turut berada di pinggir kolam tersebut menjadi supporter.
Belum lagi jika pertandingan yang disiarkan adalah senam dan renang ritmis yang tak bosan-bosannya mata memperhatikan tarian-tarian dinamis dan tubuh-tubuh lentur itu bergerak. Indaahh banget.

Pesta olahraga negara-negara se-Asia yang ke-17 kali ini ini diadakan di Incheon, Korea Selatan, yang berlangsung sejak tanggal 18 September hingga 4 Oktober 2014. Di ajang inilah para atlit se-Asia berlomba-lomba mendapatkan medali emas, perak, dan perunggu, di mana jumlah medali yang diperoleh tersebut menaikkan prestise suatu negara.
Tidak jarang pula ad atlit yang berbuat curang dengan menggunakan doping, agar stamina kuat dan bisa menjadi juara merebut medali emas. Namun jika ketauan, bukan hanya medali yang telah direbut dikembalikan, tetapi juga mempermalukan negaranya.


Yah sudah semestinya kita harus fair dan jujur (eh, sama juga kali ya..hehehe) dalam suatu kompetisi. Berbuat curang sama saja mempertaruhkan kehormatan bangsa di mata dunia.


 


Untuk event Asian Games ke-17 kali ini saya belum pernah sebentar pun menonton berbagai olahraga yang dipertandingkan. Sepertinya jadwal ulasan-ulasan pertandingannya pun tidak sesuai dengan jadwal wanita pekerja seperti saya ini. Kangen sebenarnya ingin melihat kembali bagaimana para atlit berjuang mati-matian membela negaranya. Bisa lho, kita yang nonton gini tertularkan rasa nasionalis dari aura yang terpancar pada diri atlitnya. Rasanya kok ikut sedih jika kalah dan tidak mendapat medali emas.


Namun prestasi Indonesia sekarang ini sudah jauh menurun dibandingkan 10—15 tahun sebelumnya. Entah atlit kita yang kurang diperhatikan oleh Pemerintah atau atlit negara lain yang prestasinya meningkat drastis. Pada saat itu Indonesia masih bisa berada di peringkat 3-5 besar. Namun sekarang ini rasanya sulit sekali untuk bisa menembus 5 besar.


Yah, mudah-mudahan di masa pemerintahan yang baru ini lebih memperhatikan bidang olahraga agar kita bisa bersanding lebih kuat kembali dengan negara-negara Asia lainnya.


Aku tetap bangga dengan Indonesia-ku!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar