Selasa, 21 Oktober 2014

Hati Laksana Cermin



Pengkhianatan selalu berbuah luka.
Luka yang tentu saja lama sembuhnya. Teririsnya hati, terkoyaknya rasa percaya, tumbuhnya keraguan, dan trauma berkepanjangan, yang mendominasi perjalanan hidup setelahnya.


Berhati-hatilah dengan hati. Karena hati laksana cermin. Cermin yang pecah tidak akan kembali utuh seperti semula. Walaupun kita berhasil menyatukan keping-kepingnya, ada retak yang ditinggalkannya. Menjadikannya pertanda bahwa ia pernah hancur sebelumnya.

#SehariMenuliSatu #Day1 @swaragamafm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar