Dalam
hidup, manusia tidak akan pernah bisa lepas dari rasa ecewa dan terluka. Bisa
jadi kecewa muncul karena apa yang diharapkan tidak menjadi kenyataan, kecewa terhadap perlakuan/perkataan dari
orang lain, atau juga kecewa pada diri sendiri yang berujung pada penyesalan.
Demikian juga dengan terluka. Entah terluka karena dibohongi, dikhianati, diselingkuhi, ataupun terluka karena tuduhan keji tanpa bukti. Kecewa dan terluka seperti ini biasanya sulit untuk dilupakan, membuat hati susah dan gundah. Hanya waktu mungkin yang mereka butuhkan agar luka dan kecewa ini bisa sembuh dan menjauh. Waktu yang lama atau sebentar, hanya mereka sendiri yang bisa menentukan karena kadar kecewa dan terluka masing-masing orang pasti berbeda. Selain waktu, ada bebrapa orang yang membutuhkan semacam ’obat’ agar mereka bisa dengan lebih cepat melupakan peristiwa yang membuatnya kecewa dan terluka. Obat yang bisa membuat mereka bangkitdari kubur dan tidak
semakin terpuruk dalam bimbang jawabmu #eh lagu dink
Demikian juga dengan terluka. Entah terluka karena dibohongi, dikhianati, diselingkuhi, ataupun terluka karena tuduhan keji tanpa bukti. Kecewa dan terluka seperti ini biasanya sulit untuk dilupakan, membuat hati susah dan gundah. Hanya waktu mungkin yang mereka butuhkan agar luka dan kecewa ini bisa sembuh dan menjauh. Waktu yang lama atau sebentar, hanya mereka sendiri yang bisa menentukan karena kadar kecewa dan terluka masing-masing orang pasti berbeda. Selain waktu, ada bebrapa orang yang membutuhkan semacam ’obat’ agar mereka bisa dengan lebih cepat melupakan peristiwa yang membuatnya kecewa dan terluka. Obat yang bisa membuat mereka bangkit
Bagi
saya, obat paling mujarab untuk ’meredam’ kekecewaan hati dan luka batin jiwa
adalah novel. Dengan membaca saya bisa tenggelam dalam lautan luka dalam
cerita yang disuguhkan secara apikoleh pengarangnya. Karena saya suka novel
drama & percintaan, seringkali saya turut merasakan apa yang dialami oleh
tokoh-tokoh yang ada dalam noveltersebut. Berbagai perasaan berkecamuk dalam
dada, ada rasa penasaran, rasa bahagia, rindu, gemas terhadap tokoh antagonis,
rasa sedih, senewen, ataupun riang yang bisa membuat saya tertawa
terbahak-bahak. Bermacam-macam perasaan itu membuat saya sejenak lupa bahwa
saya sedang kecewa/terluka. Hingga akhirnya saya selesai membaca novel
tersebut, saya mengerti bahwa apa yang saya alami dalam hidup ini masih lebih
baik daripada apa yang dialami oleh tokoh dalam novel. Ada satu dan beberapa
hikmah yang bisa dipetik dari berbagai peristiwa yang terjadi dan menjadi
pelajaran untuk lebih baik lagi dalam menjalani kehidupan selanjutnya.
Ya, novel menjadi semacam band-aids bagi saya.
Ya, novel menjadi semacam band-aids bagi saya.
#SehariMenuliSatu
#Day5 @swaragamafm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar