Sabtu, 25 Oktober 2014

My Favourite Band-Aids In Life



Dalam hidup, manusia tidak akan pernah bisa lepas dari rasa ecewa dan terluka. Bisa jadi kecewa muncul karena apa yang diharapkan tidak menjadi kenyataan,  kecewa terhadap perlakuan/perkataan dari orang lain, atau juga kecewa pada diri sendiri yang berujung pada penyesalan.
Demikian juga dengan terluka. Entah terluka karena dibohongi, dikhianati, diselingkuhi, ataupun terluka karena tuduhan keji tanpa bukti. Kecewa dan terluka seperti ini biasanya sulit untuk dilupakan, membuat hati susah dan gundah. Hanya waktu mungkin yang mereka butuhkan agar luka dan kecewa ini bisa sembuh dan menjauh. Waktu yang lama atau sebentar, hanya mereka sendiri yang bisa menentukan karena kadar kecewa dan terluka masing-masing orang pasti berbeda. Selain waktu, ada bebrapa orang yang membutuhkan semacam ’obat’ agar mereka bisa dengan lebih cepat melupakan peristiwa yang membuatnya kecewa dan terluka. Obat yang bisa membuat mereka bangkit dari kubur dan tidak semakin terpuruk dalam bimbang jawabmu #eh lagu dink

Bagi saya, obat paling mujarab untuk ’meredam’ kekecewaan hati dan luka batin jiwa adalah novel. Dengan membaca saya bisa tenggelam dalam lautan luka dalam cerita yang disuguhkan secara apikoleh pengarangnya. Karena saya suka novel drama & percintaan, seringkali saya turut merasakan apa yang dialami oleh tokoh-tokoh yang ada dalam noveltersebut. Berbagai perasaan berkecamuk dalam dada, ada rasa penasaran, rasa bahagia, rindu, gemas terhadap tokoh antagonis, rasa sedih, senewen, ataupun riang yang bisa membuat saya tertawa terbahak-bahak. Bermacam-macam perasaan itu membuat saya sejenak lupa bahwa saya sedang kecewa/terluka. Hingga akhirnya saya selesai membaca novel tersebut, saya mengerti bahwa apa yang saya alami dalam hidup ini masih lebih baik daripada apa yang dialami oleh tokoh dalam novel. Ada satu dan beberapa hikmah yang bisa dipetik dari berbagai peristiwa yang terjadi dan menjadi pelajaran untuk lebih baik lagi dalam menjalani kehidupan selanjutnya.
Ya, novel menjadi semacam band-aids bagi saya.

 

#SehariMenuliSatu #Day5 @swaragamafm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar