Menata hati.
Tidak cukup hanya dengan berbekal kemoceng
atau sapu lidi, yang harus kita miliki adalah iman yang kuat. Godaan duniawi
yang sungguh luar biasa harus bisa kita taklukkan saat kita menggenggam
erat-erat keimanan dalam hati. Jangan karena melihat orang lain
bermewah-mewahan lantas kita juga ingin sepertinya tanpa kita sendiri melihat
kemampuan.
Memiliki keinginan itu adalah suatu
keharusan. Seorang manusia pasti memiliki keinginan, apapun itu bentuknya.
Normal dan wajar-wajar saja bila seorang manusia memiliki keinginan. Itu
tandanya bahwa dia masih mempunya harapan untuk mencapai kesejahteraan,
mendapat kenyamanan, dan merasa bahagia. Namun harus selalu diingat bahwa
keinginan bisa dicapai jika disertai dengan kemampuan. Jika sekiranya mampu dan
telah berpikir masak-masak, silakan keinginan tersebut dikejar. Tapi jika
mempunyai keinginan dan melihat kemampuannya yang kurang mendukung dan masih
saja tetap memaksa, sudah bisa dipastikan akan sengsara belakangan, entah apa
bentuk dan wujudnya, yang jelas pasti akan menyengsarakan.
Untuk itulah kita harus memupuk dan
meningkatkan keimanan kita, mendekatkan diri padaNya. Selalu bersyukur atas
nikmat yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa akan menentramkan hati kita, akan
menjauhkan kita dari perilaku buruk dan segala hal yang berdampak negatif. Kita
harus pandai-pandai bersikap atas semua yang terjadi di hadapan kita. Kita
harus waspada dengan apa yang kita baca di sosial media. Ciptakan satu
parameter dalam hati agar respon dan reaksi yang kita berikan terhadap semua
yang terjadi bisa sesuai dan tidak salah langkah. Jangan sampai respon kita
terjadi sebaliknya karena hal ini akan menimbulkan permasalahan baru jika
sampai salah langkah dalam berucap atau bertindak.
Dan semua itu tergantung pada diri sendiri,
akan membentuk hati yang seperti apa. Apakah hati yang keras..?? Yang sulit
menerima kesalahan orang lain? Yang tidak mau mengerti orang lain? Yang hanya
memikirkan diri sendiri, kepentingan sendiri?? Dan menganggap diri sendiri
adalah yang paling benar??
Ataukah hati yang lemah lembut..?? Yang selalu siap menerima segala sesuatunya dengan senyum?? Yang dengan kelembutannya orang lain akan segan pada kita?? Dan akhirnya selalu menghargai dan respek terhadap kita??
Pilihannya banyak..namun
kita sendiri yang memutuskan akan bagaimana hati ini akan diposisikan. Ataukah hati yang lemah lembut..?? Yang selalu siap menerima segala sesuatunya dengan senyum?? Yang dengan kelembutannya orang lain akan segan pada kita?? Dan akhirnya selalu menghargai dan respek terhadap kita??
Monggoo…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar