Kehilangan suatu barang,
Sudah bisa membuat kita kecewa dan gelisah hati..
sekecil apapun barangnya pasti ada rasa sesal dan berbagai pengandaian yang menghampiri pikiran.
Andai aku tidak menyimpan di situ, andai aku tidak pakai hari ini, andai aku lebih memperhatikan lagi, dan berbagai andai lainnya.
Itu baru barang.Sudah bisa membuat kita kecewa dan gelisah hati..
sekecil apapun barangnya pasti ada rasa sesal dan berbagai pengandaian yang menghampiri pikiran.
Andai aku tidak menyimpan di situ, andai aku tidak pakai hari ini, andai aku lebih memperhatikan lagi, dan berbagai andai lainnya.
Bagaimana jadinya kalo teman..?
Sebenarnya bukan benar-benar kehilangan, karena toh masih bisa saling bertukar kabar. Apalagi dengan kemajuan teknologi sekarang ini. Bisa melalui pesan pribadi BBM atau WA, nulis di wall facebook, saling mention di twitter. Seperti kata pepatah, banyak jalan menuju Roma. Jika hanya saling bertukar kabar kita masih punya banyak peluang.
Akan lain persoalan apabila kita yang sudah terbiasa bersama, bercengkarama bersenda gurau, dan tiba-tiba harus terpisah tempat yang jaraknya bukan lagi satu-dua-tiga ruangan, tapi sekitar 3 kilometer.
Kecewa? Sudah pasti!
Gelisah? Jangan ditanya!
Hidup rasanya tiba-tiba menjadi hampa, tidak bersemangat, dan ganjil. Kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan tiba-tiba harus berhenti. Harus berubah.
Hidup memang penuh dengan kejutan. Hidup itu harus berubah. Dan kita sendiri siap tidak siap, mau tidak mau, ya tetap harup siap.
Siap dengan perubahan, siap menghadapi apapun yang terjadi. Kita harus membekali diri dengan mental dan wawasan yang digunakan untuk menghadapi perubahan apapun agar kita tidak tertinggal di belakang, agar kita bisa maju bersama, bisa menjadi pemenang dalam hidup kita sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar