Minggu, 26 April 2015

Menjadi Teman Yang Menyenangkan


Mempunyai banyak teman.
Sungguh menyenangkan. Banyak teman bisa berarti akan semakin banyak pula pengetahuan kita bertambah. Kita bisa mengetahui hal-hal kecil yang sangat berguna bagi kehidupan kita sehari-hari. Misalnya saja saat datang ke kelas aerobic dan berbincang dengan sesama member, dia menginfokan bahwa infused-water berisi lemon akan maksimal manfaatnya apabila dicampur dengan sedikit madu, bahwa infused-water yang hanya berisi lemon saja kadang tidak cocok dikonsumsi oleh penderita maag.
Kadang pengetahuan kecil semacam itu secara tidak sengaja datang pada percakapan antar teman. Memang benar segala macam informasi bisa didapatkan melalui smartphone. Namun seringkali kita tidak berpikiran untuk searching ataupun googling di waktu-waktu senggang kita mengenai wawasan infused-water tersebut. Bisa juga pada saat kumpul-kumpul dengan teman-teman, kita bisa dapat resep masakan/kue dengan cara dan bahan yang simpel.
Berkumpul dengan teman sudah tentu menyenangkan. Banyak canda dan tawa yang mengalir di dalamnya. Namun ada kalanya pertemanan menjadi tidak menyenangkan dan kita tidak nyaman berada di dalamnya apabila ada salah satuuu saja teman kita yang katakanlah kurang pandai menempatkan diri. Entah dari cara bicaranya atau dari sikap-sikapnya.
Jika kita ingin mempunyai teman yang menyenangkan sudah barang tentu kita sendiri harus menjadi pribadi yang menyenangkan juga bagi teman kita. Sama seperti halnya jika kita ingin dihargai oleh orang lain, maka kita juga harus menghargai orang lain terlebih dahulu. Bagaimana bisa kita ingin orang lain selalu baik ke kita tapi kitanya sendiri ga baik terhadap orang lain?? Jelas ga bisa kan… Dalam bersosialisasi, di manapun dan kapanpun, sudah pasti berlaku yang namanya hukum take and give. Ada juga sih orang yang benar-benar tulus memberi tanpa mengharap kembali. Namun dalam benaknya pastilah dia berprinsip benih yang ditebar adalah nanti panen yang akan dituai di kemudian hari, entah kapan. Mungkin kebaikan, keikhlasan, dan ketulusannya memberi diiringi satu harapan, suatu hari nanti, jika ia berada dalam kesulitan, maka akan ada orang lain yang memberi kemudahan, akan ada pertolongan.

Jika ada seorang teman yang selalu berharap diperhatikan, ditolong, dan dibantu tanpa dia sendiri bersikap demikian kepada teman lain, niscaya pelan tapi pasti banyak teman yang perlahan meninggalkannya. Teman seperti ini kok kayaknya tidak bisa dijadikan tempat bersandar ya.. tempat berkeluh kesah dan tempat mencurahkan isi hati. Bahkan bisa saja dia yang telah dipercaya sebagai tempat mengeluarkan uneg-uneg, malah dia sendiri yang menyebarkan uneg-uneg temennya itu ke orang lain. Aduhduh orang macam gini sudah jelas tidak akan banyak teman yang bertahan.
Ada beberapa tips yang didapat dari pengalaman teman-teman dalam berinteraksi dengan teman lainnya dalam satu komunitas. Berharap dengan tips ini kita bisa menjadi teman yang baik bagi teman kita yang lainnya, sehingga kita bisa menjadi teman yang menyenangkan, dan pertemanan kita langgeng..
1. Kenali diri sendiri;
Kenali diri sendiri apakah kita orangnya menyenangkan atau tidak, apakah orang di sekitar kita selalu menyanjung dan menghargai kita di depan atau malah di belakang kita?
2. Menjadi pendengar yang baik;
Pendengar yang baik adalah orang yang sangat dicari, karena pendengar yang baik merupakan sebuah tempat yang dituju untuk menampung uneg-uneg orang lain
3. Menjadi pembicara yang baik;
Setelah kita mampu menjadi pendengar yang baik, pastinya kita bisa menjadi pembicara yang baik, berbicara dengan santun, bisa memilah diksi yang baik dan menggunakannya dengan tepat, kita juga tentu bisa memberikan sebuah solusi yang baik.
Apabila 3 poin tersebut bisa dikuasai dengan baik, maka orang lain pun akan senang dan nyaman berada dekat kita. Bahkan kita bisa saja menjadi panutan bagi orang lain karena kemampuan kita untuk menempatkan diri.
Jika orang lain nyaman bersama kita, itu sudah merupakan kebahagiaan bagi kita sendiri bukan??

Marilah kita berteman dengan baik dan menjadi pribadi yang tidak mudah terhasut dengan kabar berita yang belum tentu kebenarannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar