Selasa, 01 September 2015

Be Yourself


Menjadi diri sendiri itu ternyata perlu. Banget!!
Keyakinan ini didapat belum lama. Heeii, ke mana aja nih sampe hal-hal yang prinsip kayak gini seperti terlupakan dan tidak pernah menggugah hati dan pikiran..??
Yaaa sebenarnya udah lama banget tau dan ngerti tentang istilah seperti itu.
“Menjadi diri sendiri”
Hanya saja selama ini mungkin istilah tersebut tidak yang benar-benar diresapi dalam hati.
Ngerti sih, mudenk juga. Tapi ya itu tadi, belum benar-benar diresapi maknanya.
Satu ketika, mempunyai lingkungan baru, memiliki komunitas baru, adalah saat-saat yang menyenangkan. Kenal dengan teman-teman baru, yang otomatis punya wawasan baru yang bisa diambil dari komunitas baru tersebut. Bergaul dengan berbagai jenis tipe manusia yang beragam. Seru banget. Rasanya sudah yang ingin berkumpul terus. Baru juga berpisah, belum ada 3 jam, udah yang kangen dan heboh di grup chattingan. Hebat ya, satu lingkungan baru mampu membuat kita begitu bahagia dan antusias untuk menjalin dan menjaga silaturahim.
Namun semua itu takkan bisa terlepas dari kontrol diri kita, bagaimana kita harus bersikap, bertindak, dan memilah-milah seberapa penting dan prioritas lingkungan baru tersebut terhadap hidup kita pribadi. Jangan sampai kita yang baru juga mempunyai lingkungan baru kemudian melupakan yang lama, atau bahkan mengorbankan kepentingan keluarga. Kita tetap harus bisa untuk mawas diri dan mempunyai pembawaan yang baik, terhadap lingkungan baru, lingkungan lama, atau pun keluarga. Memposisikan diri dengan baik, agar eksistensi kita tetap ’dibutuhkan’ oleh masing-masing lingkungan.

Dalam lingkungan baru, pasti ada satu dan beberapa orang yang ’menonjol’. Bukan hanya physically lho, tapi juga secara omongan, secara sikap, dan penentuan tentang suatu keputusan. Berpakaian dan memakai asesoris yang paling heboh di antara lainnya. Belum lagi secara literal. Pembicaraan apa pun selalu mendominasi. Entah dia ngerti bener tentang satu hal atau tidak, dia pede aja omong sana sini. Salah pun dia tetap dengan pede-nya beralasan.
Dan diakui ato tidak, orang semacam ini selalu ada dan hadir di tengah-tengah kita. Entah yang diomongkan itu berguna atau tidak, berbobot atau tidak, sopan atau tidak, dia dengan tegak bicara di depan teman-temannya. Apa yang dibicarakan bisa dengan enteng keluar dari bibir, dan si pembicara tidak mempertimbangkan apakah kata-kata dan sikap yang ditunjukkan itu baik atau tidak, menyakiti atau tidak. Enak kali ya jadi orang yang berdemikian, yang tidak mikirin sesuatu terlalu berat.
Dan satu waktu, saya pun mencoba untuk menjadi ’pribadi yang demikian’. Berbicara sesuka hati, tidak memikirkan jauh ke depan, tidak terlalu menganggap berat apa yang akan diperbuat, apa yang akan diucapkan. Apa yang ada dalam kepala langsung diungkapkan. Berpakaian dengan model dan gaya orang-orang lain yang kekinian, rajin perawatan badan, bentar-bentar pertemuan, ke sana ke sini makan-makan, dan segala hal yang sebelumnya tidak pernah dilakukan. Tapi tiba-tiba ada yang aneh, yang tumbuh dalam diri. Seperti tidak mengenal sosok yang berperilaku demikian. Jangankan keluarga, teman-teman selingkungan yang diharapkan akan semakin manis dan dekat dengan diri ini, malah seperti ’menjauh’. Mereka sering memperlihatkan pandangan yang mencemooh, walaupun tidak terkatakan, tapi tetap tampak dan terlihat.

Ya Allah,…
Ternyata dugaan yang muncul salah besar. Saat mencoba untuk ’meniru’ dan bersikap seperti teman yang  ’menonjol’ dalam satu komunitas, ternyata tanggapan jauh sekali dari harapan. Bahkan ada satu teman dekat yang dengan jujur bercerita bahwa sosok yang ada sekarang ini bukanlah sosok yang mereka kenal sebelumnya. Dan bahwa mereka kangen dengan sosok saya sebelumnya. Oalaahh Gusti, ternyata keliru juga apa yang menjadi anggapan selama ini. Ternyata istilah ’Jadilah diri sendiri’ itu memang benar-benar ada, dan teraplikasikan dalam kenyataan hidup ini. Memang ya, kalo sudah mengalami baru juga ketauan buktinya.. hehehe…

So..??
Jadilah diri sendiri. Apaa pun itu.
Karena diri kita yang apa adanya inilah yang menjadi ciri khas bagi kita, dan menjadi sosok yang memang telah dikenal oleh teman-teman dan keluarga di sekitar kita.
Tidak perlu iri, tidak perlu dengki, atau pun sakit hati dengan orang lain. Kita diciptakan berbeda-beda. Bahkan anak kembar identik pun pasti akan ada bedanya. Dan itulah uniknya kita. Yang membedakan diri kita dengan yang lain. Tentu saja dari sisi yang positif.
Be Yourself.
Always!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar